Nasional

Al-Qur'an Diturunkan Ketika Lailatul Qadar, Ini Dalil dan Penjelasan Ulama

NU Online  ·  Selasa, 10 Maret 2026 | 18:30 WIB

Al-Qur'an Diturunkan Ketika Lailatul Qadar, Ini Dalil dan Penjelasan Ulama

Ilustrasi Lailatul Qadar. (Foto: dok. NU Online)

Jakarta, NU Online

Al-Qur’an diyakini pertama kali diturunkan pada Lailatul Qadar alias malam kemuliaan atau keberkahan. Keyakinan ini didasarkan pada sejumlah ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa kitab suci tersebut diturunkan pada malam yang diberkahi di bulan Ramadhan.


Al-Qadr adalah surat Al-Qur'an yang masyhur menjadi dalil waktu pertama kali al-Quran diturunkan. Pandangan semacam ini sebagaimana ditengahkan oleh Syekh Wahbah Az-Zuhaili di dalam tafsirnya, Al-Munir.


Menurutnya, pada waktu tersebut menyimpan sejumlah keistimewaan. Hal demikian disampaikan M Ryan Romadhon dalam artikel Surat Al-Qadr: Turunnya Al-Qur’an dan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar.


"Karena para malaikat, termasuk Jibril turun ke bumi dengan membawa berbagai macam cahaya, keutamaan, keberkahan, dan kebaikan untuk hamba-hamba Allah yang beriman dan saleh. Mereka membawa semua itu dari Allah, Dzat Maha Pengasih yang mengaruniakan semua itu kepada siapa pun yang Dia kehendaki," tulis Ryan dikutip Selasa (10/3/2026).


Lebih lanjut, ia menyampaikan keistimewaan lainnya yakni dibebaskannya mukmin dari pengaruh setan dan tindakan buruk lainnya. Malam ini disebut menyimpan segala bentuk kebaikan, keberkahan dan ketentuan rezeki di dunia atau di akhirat.


Sejalan, Imam Al-Qurthubi di dalam tafsirnya Al-Jami' li Ahkamil Quran memberikan penjelasan mengenai kemuliaan Lailatul Qadar. Ia agung atau mulia disebabkan dua peristiwa monumental yang terjadi di waktu tersebut.


"Pertama, Allah menurunkan Al-Qur'an secara keseluruhan dari pusat informasi semesta atau yang sering disebut dengan Lauhul Mahfudz ke langit dunia," tulis Ustadz Muhammad Tantowi dalam artikel Kenalkan Lailatul Qadar pada Anak dengan Surat Al-Qadr.


"Kedua, Allah tentukan rezeki, ajal dan kematian makhluknya, bahkan pada malam tersebut ditentukan nama-nama orang yang akan menunaikan ibadah haji, tidak lebih dan tidak kurang. Kemudian diserahkan kepada malaikat untuk diwujudkan pada tahun yang sama," sambungnya.


Kemudian ayat lain yang kerap dikaitkan dengan turunnya Al-Qur'an pada Lailatul Qadar yakni surat ad-Dukhan ayat 2-3. Menurut Syekh Nawawi Banten, surat yang memiliki 59 ayat, 346 kata, dan 1.431 huruf diturunkan di Makkah.


وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ ۝٢ اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ۝٣


Syekh Nawawi berpandangan bahwa kitab dalam ayat kedua memiliki tiga makna sekaligus. Pertama, merujuk kepada semua kitab yang telah diwahyukan kepada nabi-nabi terdahulu. Kedua, dapat dipahami sebagai Lauhul Mahfudz (tempat dituliskannya segala ketetapan). Terakhir dapat pula dimaknai dengan Al-Qur'an.


"Ketiga makna ini menegaskan betapa agung dan mulianya Al-Qur'an dalam ajaran Islam," demikian terang Ustadz Zainuddin Lubis mengutip Marah Labid di dalam artikel Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat 3: Al-Qur'an Diturunkan Malam Lailatul Qadar


Kemudian mengenai ayat 3 surah tersebut, ia mengemukakan bahwa malam keberkahan adalah Lailatul Qadar. Pendapat ini juga disampaikan oleh pakar tafsir asal Makassar, Prof Quraish Shihab dalam Al-Mishbah. Menurutnya, ayat tersebut berkaitan dengan surah Al-Qadr ayat 1.


"Turunnya Al-Qur’an bukan hanya sebagai peristiwa biasa, tetapi memiliki dampak besar bagi kehidupan manusia. Wahyu yang turun membawa petunjuk dan peringatan, yang mengarahkan manusia kepada jalan yang benar," ungkap Ustadz Zain.


Ia pun mengutarakan, pada waktu tersebut umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak perbuatan yang mulia seperti belajar, ibadah dan berdoa pada malam terakhir di bulan Ramadhan. Harapannya, agar mendapatkan keberkahan yang Allah janjikan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang