Ansor Stokis Tersebar di 70 Titik Wilayah Jabodetabek dan Bandung, Upayakan Keadilan Ekonomi
NU Online · Senin, 30 Desember 2024 | 18:00 WIB
Jakarta, NU Online
Komisaris Ansor Retail H Deni Ahmad Haedar mengatakan, Ansor Stokis yang merupakan kerja sama GP Ansor dengan PT. Mitra Rukun Sejati sudah ada di 70 titik Wilayah Jabodetabek dan Bandung, Jawa Barat.
“Saat ini kita sudah memiliki 70 titik Sahabat Stokis, ini pilot project yang akan dijalankan oleh kader-kader Ansor untuk menjalankan bisnis penjualan produk-produk consumer goods,” katanya saat mengunjungi Sahabat Stokis di Pasar Cicalengka Bandung, Jawa Barat, Jumat lalu.
Aktivasi kegiatan ekonomi kader Ansor melalui Ansor Stokis ini, dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menerjemahkan cita-cita organisasi dan pemerintah untuk menguatkan ekonomi kerakyatan.
“Jika dalam penerapan program pemerintah itu ada ekonomi religius, maka kita turunkan menjadi toleransi ekonomi. Prinsipnya, kesejahteraan dan keadilan ekonomi bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.
Sebagai komitmen perwujudan toleransi ekonomi, Deni juga tidak menutup kemungkinan jumlah Sahabat Stokis akan di perbanyak dengan cakupan yang lebih luas.
“Hari ini baru 70 titik. Insyaallah ke depan, tentu setelah melalui tahapan dan mekanisme, cakupannya akan diperluas. Harapannya seluruh Indonesia bisa ada, agar aktivitas ini bisa dirasakan oleh kader-kader di bawah dan masyarakat menerima langsung manfaatnya,” tambahnya.
Diketahui, dalam kunjungan tersebut hadir dari perwakilan Pimpinan Pusat GP Ansor H Rustam Hatala, perwakilan PT RMS, GrosirOne Erben Noerman, dan GM Sales West Regional Nestlé Eka Danaswara Pratama.
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua