Banjir Bandang Terjang Tanah Datar, Tanggul Jebol di Bandung; Puluhan Rumah Terdampak
NU Online · Selasa, 3 November 2026 | 06:30 WIB
Banjir bandang menjangkau badan jalan, area permukiman warga, serta lahan pertanian di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Ahad (1/11/2026). (BPBD Sumatra Barat)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Hujan berintensitas tinggi memicu banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, serta menyebabkan tanggul jebol di Kota Bandung, Jawa Barat. Dua kejadian yang berlangsung pada Ahad (1/11/2026) tersebut berdampak pada puluhan rumah dan warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar terjadi di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto.
“Hujan di kawasan lereng gunung sekitar pukul 13.30 WIB menyebabkan peningkatan debit air hingga meluap ke jalan, permukiman, dan lahan pertanian,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Berton menyampaikan, berdasarkan pendataan sementara, banjir tersebut berdampak pada 15 unit rumah, 15 hektare lahan pertanian, dan 20 kolam ikan. Sebanyak 15 kepala keluarga turut terdampak, sementara sebagian warga mengungsi di Mushola Surau Gadang.
“Sehari setelah kejadian, kondisi air mulai berangsur surut. Berdasarkan laporan Senin (2/11/2026) pukul 12.35 WIB, TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Tanah Datar telah melakukan asesmen dan pendataan dampak kejadian, sekaligus membantu warga membersihkan rumah yang terdampak,” katanya.
Sementara itu, hujan deras juga menyebabkan tanggul jebol di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Ahad (1/11/2026) pukul 19.00 WIB.
“Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kota Bandung, kejadian tersebut berdampak pada 112 jiwa,” ujar Berton.
Ia menyebutkan, sebanyak 34 unit rumah terdampak dan tujuh jiwa mengungsi. Luas area terdampak dilaporkan mencapai sekitar tiga kilometer persegi.
“Hingga laporan terakhir, sebagian warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, potensi banjir susulan masih perlu diwaspadai,” ucapnya.
Berton juga menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026, sebagian wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November 2026.
“Pada masa peralihan musim, masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat dan angin kencang,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan sekitar tanggul agar meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan deras yang berlangsung dalam waktu lama.
“Masyarakat perlu segera menjauhi lokasi berbahaya dan mengikuti arahan evakuasi BPBD maupun petugas di lapangan apabila kondisi mengancam keselamatan,” pungkas Berton.
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua