Banjir Lahar Semeru Rendam Tiga Kecamatan di Lumajang, Longsor Tewaskan Dua Warga
NU Online · Selasa, 3 November 2026 | 06:00 WIB
Banjir lahar di daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru pada Senin (2/11/2026). (Dok Badan Geologi)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Banjir lahar Gunung Semeru menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga merendam permukiman warga di tiga kecamatan, Senin (2/11/2026). Di tengah kejadian tersebut, tanah longsor di wilayah yang sama juga menewaskan dua warga yang merupakan satu keluarga setelah rumah mereka tertimbun material longsor.
Tiga kecamatan yang terdampak banjir lahar meliputi Jatiroto, Pronojiwo, dan Tempursari. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan pihaknya menerima laporan banjir pada Senin (2/11/2026) pukul 05.00 WIB.
Tim BPBD kemudian diterjunkan untuk melakukan asesmen di sejumlah titik terdampak sejak pukul 07.00 WIB.
"Untuk kronologinya masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut. Tapi tim kami sudah meluncur ke titik-titik banjir sejak 07.00 WIB. Terutama di Kecamatan Jatiroto, Pronojiwo, dan Kecamatan Tempursari," kata Yudhi dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Ia mengatakan ketinggian air yang menggenangi jalan dan rumah warga dilaporkan mencapai 50 sentimeter.
"Untuk wilayah ini sudah dapat laporan dari grup BPBD atau relawan itu ada beberapa wilayah yang saya sebutkan di tiga kecamatan tadi. Kalau longsor itu sudah pasti, cuma untuk laporan rilnya belum," katanya.
Yudhi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu Gunung Semeru.
"Kami mengimbau agar masyarakat di sekitar DAS waspada saat terjadi banjir lahar," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, menyampaikan bahwa hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Lumajang pada Jumat (30/10/2026) pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Hujan tersebut memicu tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu (31/10/2026) pukul 01.00 WIB.
Berton menjelaskan, kondisi lereng yang labil di kawasan rawan longsor menyebabkan material tanah menimpa sebuah rumah warga di RT 22/RW 08. Longsor susulan kemudian kembali terjadi dan menimbun rumah beserta penghuninya.
"Dua warga yang meninggal dunia merupakan satu keluarga, yakni seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang berusia 9 tahun. Keduanya telah dievakuasi oleh warga setempat dan dimakamkan oleh pihak keluarga," ujarnya di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Selain menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut mengakibatkan satu unit rumah mengalami rusak sedang.
Berton mengatakan BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan penanganan di lokasi kejadian. Upaya tersebut meliputi pengamanan lokasi dan kajian cepat.
BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng dan kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan berlangsung dalam waktu lama.
"Jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, warga diminta segera menjauh dari area berbahaya dan menuju tempat yang lebih aman," pungkas Berton.
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua