Solo, NU Online
Pemutaran film Bid’ah Cinta di Kota Solo, mendapat sambutan yang baik dari warga setempat, khususnya dari kalangan pesantren. Ahmad misalnya, datang bersama kawan-kawan grup hadrah. “Saya tertarik dengan film ini, karena sangat ramai diperbincangkan di lini massa,” ungkap warga Kiringan itu, saat ditemui NU Online sebelum memasuki studio di salah satu bioskop di Solo, Jumat (17/3) lalu.
Pelbagai tradisi keagamaan yang sudah mengakar dalam masyarakat, seperti maulidan, yasinan dan sebagainya tiba-tiba dilarang oleh sang ustadz. Tak pelak, pelarangan tersebut memicu konflik antara ia dengan warga.
Sekretaris PAC GP Ansor Boyolali, Zaenuri, yang juga ikut menonton film tersebut berpendapat, pada film Bid’ah Cinta ini, para penonton disuguhkan sebuah pesan moral tentang pentingnya saling menghargai dalam perbedaan.
“Di dunia nyata, kondisi ini juga sudah banyak terjadi. Mestinya perbedaan yang ada dapat teratasi kalau ada pemahaman untuk menghargai sebuah perbedaan,” tuturnya.
Para penonton film Bid’ah Cinta di Kota Solo, juga mendapatkan souvenir berupa kaset CD lagu soundtrack film Bid’ah Cinta, berisi dua lagu yang dinyanyikan Sabrang (Noe Letto). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
3
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua