BIB Kemenag Sediakan Beasiswa Program Sarjana Lanjut Magister bagi Santri
NU Online · Kamis, 7 Mei 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama membuka jalur strategis bagi santri melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) skema akselerasi. Skema ini memungkinkan peserta menempuh pendidikan sarjana dan magister sekaligus dalam waktu lebih singkat.
Beasiswa Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM) ini menjadi skema akselerasi pertama yang dibuka dalam BIB 2026. Melalui program tersebut, santri berkesempatan meraih gelar sarjana dan magister hanya dalam empat tahun atau 48 bulan masa studi.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama Ruchman Basori mengatakan, skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia unggul dari lingkungan pesantren.
“Program ini membuka ruang baru bagi santri untuk menempuh jalur pendidikan tinggi yang lebih terakselerasi. Dalam empat tahun, peserta dapat menyelesaikan jenjang sarjana sekaligus magister,” ujarnya di Jakarta sebagaimana dilansir situsweb Kemenag pada Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, program akselerasi ini menjadi bentuk afirmasi sekaligus penguatan akses pendidikan tinggi bagi lulusan pesantren agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pada tahun pertama pelaksanaan, peserta yang lolos akan menempuh studi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada program studi Bahasa dan Sastra Arab, mulai Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Siti Maria Ulfa menjelaskan bahwa pendaftaran program dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026 dan dikhususkan bagi santri.
“Program ini memang diprioritaskan untuk lulusan pesantren yang berada dalam binaan Kementerian Agama dan memenuhi persyaratan administratif maupun akademik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kategori santri dalam program ini mencakup lulusan pondok pesantren terdaftar yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), termasuk lulusan Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidikan Muadalah, PKPPS, hingga MA, SMA, atau SMK berbasis pesantren.
Adapun persyaratan utama meliputi Warga Negara Indonesia, usia maksimal 20 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran, lulusan tiga tahun terakhir (2024–2026), serta tidak sedang atau pernah menempuh pendidikan sarjana.
Peserta juga diwajibkan terdaftar dalam sistem Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, melampirkan rekomendasi dari pesantren asal, dokumen akademik, surat kesehatan, personal statement, rencana kontribusi pascastudi, hingga sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500.
Selain menjadi jalur strategis bagi santri yang masih menunggu hasil UTBK-SNBT, program ini juga menawarkan jalur percepatan studi yang lebih efisien dengan orientasi akademik yang terstruktur. Informasi lengkap terkait Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dapat diakses melalui portal resmi Kementerian Agama di http://beasiswa.kemenag.go.id . Sementara pendaftaran dilakukan melalui platform beasiswa LPDP terintegrasi di http://www.beasiswalpdp-terintegrasi.kemekeu.go.id .
Terpopuler
1
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
2
Siswa SD Meninggal Dunia Usai Tiru Tren Freestyle, KPAI Minta Industri Game Terapkan Kontrol Ketat Konten Berbahaya
3
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
4
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
5
Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Kabur, RMI PBNU Ajak Warga Bantu Pencarian Tanpa Anarkis
6
Aceh Buka Jalur VVIP di Bandara Sultan Iskandar Muda untuk Jamaah Haji 2026, Ini Tanggapan PWNU
Terkini
Lihat Semua