Ada Zikir dan Doa Kebangsaan Hari Ini di Monas, Terbuka untuk Umum
NU Online · Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026). Salah satu rangkaian utama kegiatan tersebut ialah Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Menteri Agama mengajak masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026," ujar Menag, dikutip dari Kemenag, Rabu.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan berlangsung pukul 17.00–21.30 WIB. Masyarakat dapat mulai memasuki kawasan acara sejak pukul 15.00 WIB melalui pintu pemeriksaan keamanan (security gate) di sisi utara dan selatan Monas.
Peserta yang belum dapat memasuki area utama tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan melalui layar LED yang disediakan di area luar.
Kemenag berharap Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum memperkuat persaudaraan antarumat beragama sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain Selawat Kebangsaan, kegiatan ini akan diisi doa bersama yang dipimpin enam pemuka agama sebagai simbol persatuan dan kerukunan bangsa. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Secara bergantian, doa akan dipimpin oleh H. Husni Ismail mewakili umat Islam, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty mewakili umat Kristen, Rm. Fransiskus Yance Sengga mewakili umat Katolik, Pinandita Gede Pastika mewakili umat Hindu, Bhikkhu Bhadranatha Thera mewakili umat Buddha, serta Xs. Budi S. Tanuwibowo mewakili umat Konghucu.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Dijual Setan Muktamar
4
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua