Di Tambakberas, Perempuan NU Deklarasikan Cegah Kekerasan di Pesantren
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:45 WIB
Penandatanganan Deklarasi Perempuan NU untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren di Pondok Pesantren Al Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). (Foto: NU Online/Indi)
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jombang, NU Online
Perempuan Nahdlatul Ulama dari berbagai organisasi, lembaga, badan otonom, dan jaringan perempuan di lingkungan NU membacakan Deklarasi Perempuan NU untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren.
Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, bermartabat, dan inklusif bagi perempuan dan anak.
Para perwakilan perempuan NU membacakan deklarasi tersebut di Pondok Pesantren Al Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Dalam deklarasi itu, mereka menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, diskriminasi, pelecehan, eksploitasi, serta tindakan yang merendahkan martabat perempuan dan anak, termasuk praktik yang membahayakan anak.
Mereka juga menyerukan penguatan sinergi dan kolaborasi dalam upaya pencegahan kekerasan melalui ketahanan keluarga, pengasuhan, dan ruang digital. Selain itu, perlindungan terhadap korban kekerasan harus dilakukan dengan pendekatan yang berpihak pada korban.
Berikut bunyi lengkap Deklarasi Perempuan NU untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren:
Dengan memohon ridho Allah SWT dan berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,
Kami perempuan Nahdlatul Ulama dari berbagai organisasi, lembaga, badan otonom, komunitas, dan jaringan perempuan di lingkungan Nahdlatul Ulama, dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan, menyatakan:
Meneguhkan persaudaraan perempuan Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan bersama untuk membangun ruang yang aman, nyaman, bermartabat, dan inklusif; menolak segala bentuk kekerasan, diskriminasi, pelecehan, eksploitasi, dan tindakan yang merendahkan martabat perempuan dan anak, termasuk praktik berbahaya pada anak.
Memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya pencegahan kekerasan, baik melalui ketahanan keluarga, termasuk pengasuhan dan ruang digital, serta melakukan perlindungan pada korban kekerasan dengan berpihak pada korban.
Menjadikan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, prinsip kemanusiaan, keadilan, dan kemaslahatan sebagai landasan dalam setiap ikhtiar perjuangan perempuan Nahdlatul Ulama untuk mewujudkan perlindungan perempuan dan anak yang berdaya, setara dalam berkontribusi membangun peradaban.
Dengan ini kami berikrar:
Perempuan NU bersatu
Perempuan NU bersaya
Perempuan NU saling menguatkan
Perempuan dan anak aman, bermartabat, dan terlindungi
Bersama menjaga, bersama memberdayakan, bersama menggerakan
Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah dan ikhtiar kita serta menjadikan persatuan perempuan Nahdlatul Ulama sebagai jalan menghadirkan kemaslahatan dan rahmat bagi seluruh alam.
Jombang, 28 Agustus 2026Atas nama perempuan Nahdlatul Ulama Bersatu,
Salam persaudaraan, bergerak dalam kemaslahatan, berdaya untuk peradaban
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua