Greg Barton Akhirnya Bisa Hadir di Muktamar NU
NU Online · Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jombang, NU Online
Akademisi Deakin University, Australia, Prof Greg Barton nampak hadir di dalam Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026).
Kehadiran Greg menjadi perbincangan akibat pencabutan kartu kepesertaannya pada Muktamar Ke-35 NU sebagai peninjau. Meski begitu, ia menilai persoalan pencabutan kartu tersebut secara pribadi bukan hal yang terlalu serius baginya.
"Memang secara pribadi ini kan hal yang tidak terlalu serius karena ya jelas lebih senang kalau dapat indikatornya jelas, kan habis mau menjadi pengamat," katanya kepada NU Online.
Greg mengatakan dirinya lebih tertarik mengamati alasan di balik pencabutan kartu peninjau tersebut. Menurutnya, persoalan yang lebih penting adalah konsekuensi serta dinamika yang melatarbelakangi keputusan tersebut.
"Tapi secara pribadi mungkin saya bisa mengamati dari luar, tapi yang lebih berkonsekuensi itu apa sebabnya dicabutkan. Itu yang lebih menarik," jelasnya.
Greg menduga pencabutan kartu peninjau tersebut berkaitan dengan perkembangan politik internal PBNU. Sehingga, ia menilai dinamika yang berlangsung di balik keputusan tersebut jauh lebih menarik untuk diamati.
"Jadi kalau posisi saya secara pribadi tidak terlalu penting, tetapi dinamika yang di belakangnya itu yang lebih menarik," jelasnya.
Mekanisme pemilihan rais aam dan ketua umum
Terkait mekanisme pengambilan keputusan dalam Muktamar, Greg mengatakan perlu terlebih dahulu ditentukan metode yang paling sesuai dengan prinsip demokrasi dan dapat diterima oleh para peserta.
"Ya memang harus ada dulu keputusan tentang metode mana yang lebih sesuai dengan demokrasi, yang lebih bisa diterima rakyat kan," katanya.
Menurutnya, mekanisme pengambilan keputusan melalui pemberian suara merupakan hal yang lazim dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kan sudah biasa kalau bangsa dan negara itu ada hak kasih suara, kewenangan," terangnya.
Diketahui, Greg pernah mengomentari hasil dari Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulam dan Komferensi Besar (Konbes) NU 2025 yang digelar sebagai rangkaian resepsi dengan Hari Lahir (Harlah) NU ke-102 di Hotel Sultan, Jakarta, pada Rabu hingga Kamis (5-6/2025).
Greg mengatakan hasil-hasil dari kedua forum permusyawaratan di lingkungan NU itu semakin menunjukkan faktor-faktor kekinian dan kemodernan sesuai tuntutan zaman.
"Saya dapat kesan positif bahwa (Hasil Munas-Konbes NU) melengkapi sistem yang sudah, bikin lebih rapi, bikin lebih utuh. Makin lama, makin Modern NU ini, makin canggih," katanya kepada NU Online seusai penutupan acara pada Kamis (6/2/2025) malam.
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua