Nasional

Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain

NU Online  ·  Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain

Waketum PBNU, H Saifullah Yusuf saat ditemui NU Online usai Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10/2026). (NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online 

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta berbagai persoalan yang tidak berkaitan dengan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama tidak dicampuradukkan dengan pelaksanaan maupun hasil forum tertinggi organisasi tersebut.

 

Ia menegaskan bahwa Muktamar Ke-35 NU telah berlangsung sukses dengan mengedepankan keterbukaan dan semangat ishlah.

 

“Saya ingin menyampaikan bahwa kita tahu muktamar telah berlangsung dengan sukses, baik penyelenggaraan maupun hasil-hasilnya. Dan ini menjadi suatu hal yang kita syukuri bersama,” ujar Gus Ipul saat ditemui NU Online seusai Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

 

Gus Ipul meminta berbagai persoalan lain yang tidak berkaitan langsung dengan Muktamar Ke-35 NU dipisahkan dari proses dan hasil forum tersebut. “Tentang hal-hal lain yang sebenarnya tidak ada urusannya dengan Muktamar Nahdlatul Ulama, tolong jangan dicampuradukkan,” tegasnya.

 

Menurutnya, Muktamar telah menjadi ruang untuk membangun semangat rekonsiliasi dan keterbukaan, sekaligus menyusun langkah organisasi ke depan. Karena itu, hasil-hasil muktamar perlu ditindaklanjuti melalui kerja nyata, bukan justru dikaburkan oleh persoalan lain.

 

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh pengurus Nahdlatul Ulama di semua tingkatan, mari kita bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing,” katanya.

 

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa keputusan muktamar harus menjadi pedoman bagi seluruh pengurus NU dalam menata organisasi dan memperkuat jamaah.

 

“Mari kita sama-sama laksanakan seluruh hasil-hasil muktamar itu, tindak lanjuti, kita tata jamiyah ini, kita tata organisasi ini, kita kuatkan jamaah kita, kemudian juga kita berkontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” ucapnya.

 

Di sisi lain, ia memperingatkan pihak-pihak yang menyampaikan pernyataan tanpa bukti karena dinilai dapat merusak nama baik organisasi dan para ulama yang memimpin NU.

 

“Saya ingin, sekali lagi, menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan yang tidak disertai bukti, itu sama dengan membual, dan itu bisa merusak nama baik organisasi, bisa merusak nama baik ulama-ulama kita yang menjadi pimpinan kita,” tegasnya.

 

Gus Ipul menegaskan bahwa PBNU akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang sengaja menyampaikan pernyataan yang dinilai sebagai bualan atau fitnah tanpa bukti yang memadai.

 

“Fix, jelas bahwa kami akan menuntut, kami akan mengambil jalur hukum bagi pihak-pihak yang dengan sengaja membuat pernyataan-pernyataan yang bisa dianggap membual, fitnah, karena tidak disertai dengan bukti-bukti yang cukup,” pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang