Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga
NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Depok, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong pembangunan berkelanjutan yang mencakup penguatan ketahanan bencana, pelestarian lingkungan, dan kemandirian ekonomi warga. Upaya ini diarahkan untuk membangun masyarakat yang tangguh sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Nahdlatul Ulama (NU).
Wakil Ketua Umum PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menjelaskan, pembangunan berkelanjutan (sustainable development) memiliki cakupan luas karena mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Menurutnya, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga aspek utama, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ketiganya perlu diperhatikan secara bersamaan dalam merumuskan dan melaksanakan program pembangunan.
Gus Rozin mengatakan, PBNU menaruh perhatian pada perlindungan dan pelayanan masyarakat di daerah rawan bencana. Upaya tersebut meliputi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta restorasi ekosistem lingkungan hidup.
“Outcome-nya adalah masyarakat tangguh yang tangguh bencana dan berketahanan iklim, artinya adalah berketahanan terhadap perubahan iklim,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Depok, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).
Selain ketahanan bencana dan pelestarian lingkungan, PBNU juga mendorong penguatan kewirausahaan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
Gus Rozin menjelaskan, pembinaan kewirausahaan perlu disertai peningkatan keterampilan serta akses terhadap lembaga keuangan agar warga mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
“Pembinaan kewirausahaan warga ini adalah bagaimana warga kita berdaya. Sektor riil ini memperbanyak pelaku usaha UMKM yang mandiri. Dibekali dengan skill, akses terhadap lembaga keuangan, dan seterusnya,” katanya.
Dorong Ekosistem Ekonomi yang Berpihak kepada Warga
Gus Rozin juga menyoroti pentingnya advokasi bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, ketiga kelompok tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan ekonomi warga NU, tetapi ekosistem usaha yang mendukung mereka masih menghadapi persoalan.
“Warga NU itu mayoritas adalah kalau tidak petani, ya pelaku UMKM atau nelayan. Tiga sektor ini ekosistemnya tidak berpihak semuanya,” ujarnya.
Karena itu, Gus Rozin menilai NU perlu berperan dalam menyampaikan masukan kepada pemerintah untuk membangun kebijakan ekonomi yang lebih berpihak kepada petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
“Menjadi kewajiban Nahdlatul Ulama bagaimana kita bisa memberikan masukan kepada pemerintah biar tercipta satu ekosistem ekonomi yang berpihak pada tiga klaster ini,” tuturnya.
Terpopuler
1
PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
2
Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda
3
Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa
4
Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta
5
Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup
6
Khutbah Jumat: Absennya Tokoh Agama dari Isu Karhutla
Terkini
Lihat Semua