Gus Sholah: Unhasy Jombang Siapkan Sarjana Berkualitas
NU Online · Senin, 28 Oktober 2013 | 14:00 WIB
Jombang, NU Online
Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), DR KH Salahuddin Wahid telah menyiapkan sejumlah piranti agar sarjana yang dilahirkan dari kampus tersebut memiliki kompetensi. Penegasan tersebut disampaikan kiai yang akrab disapa Gus Sholah saat memberikan sambutan pada acara wisuda sarjana Unhasy Ahad (27/10).
<>
Diantara hal yang tengah digarap serius adalah dengan menyiapkan kurikulum berbasis agama dan pesantren, wirausaha dan teknologi informasi. Harapannya, para lulusan Unhasy tidak menambah daftar pengangguran di Indonesia. "Unhasy menargetkan, tidak ada lulusan yang jadi pengangguran," ujar peraih doktor honoris causa dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini.
Gus Sholah merasa prihatin dengan tingginya angka pengangguran khususnya di kota santri. Pernyataan ini selaras dengan temuan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jombang yang menyebutkan tingkat pengangguran didominasi oleh sarjana. Berdasarkan catatan Dinsosnakertrans Jombang, selama kurun Januari - Oktober 2013, terdapat 4.600 pencari kerja. Dari jumlah itu, 2.500 diantaranya adalah lulusan perguruan tinggi.
Demikian juga berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2013, disebutkan bahwa proporsi pengangguran terbuka atau yang tidak bekerja sama sekali dari lulusan pendidikan sarjana masih cukup tinggi. Angkanya mencapai 360 ribu orang atau sekitar 5,04 persen dari total penganggur yang mencapai 7,17 juta orang.
Data hasil Survei Angkatan Kerja Nasional menunjukkan fakta masih banyaknya angkatan kerja berpendidikan sarjana yang tidak terserap di sektor formal. Dari sekitar 7,9 juta angkatan kerja berpendidikan sarjana yang bekerja pada Februari 2013, sekitar 9,8 persennya adalah pekerja di sektor informal. Para sarjana terpaksa mengadu nasib di sektor informal untuk memperoleh pendapatan, meski lapangan pekerjaan yang digeluti tidak sesuai atau lebih rendah dari kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang dimiliki.
Unhasy berubah dari Institut Keislama Hasyim Asy'ari (IKAHA). Sejak Juli 2013, berdasarkan Keputusan Mendikbud RI Nomor: 278/E/O/2013, secara resmi Ikaha berubah menjadi Unhasy yang berada dibawah naungan Pesantren Tebuireng Jombang dengan 15 Program Studi (Prodi) pada tujuh fakultas.
Saat wisuda tersebut, tampak hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof DR Muhammad Nuh yang melakukan penandatangan prasastidan melakukan peletakan batu pertama pembangunan laboratorium Unhasy dan meresmikan penggunaan gedung kampus tersebut.
Sebelumnya, Muhammad Nuh mengingatkan kepada para lulusan perguruan tinggi agar tidak berdiam diri usai menempuh studi pendidikan apalagi menjadi pengangguran. “Para sarjana perlu kreatif,” tandas Pak Nuh.
Usai kegiatan wisuda, Muhammad Nuh melanjutkan perjalanan menuju makam keluarga Pesantren Tebuireng, tempat bersemayamnya Rais Akbar, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim serta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Syaifullah/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
2
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Khutbah Jumat: Tetap Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Hidup
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua