Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
NU Online Ā· Ahad, 21 Juni 2026 | 01:00 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Kediri, NU Online
Salah satu yang menarik dalam Kegiatan Musyawarah Nasional Nahdlatul Ulama (Munas NU), dan Konferensi Besar NU di Pesantren Al Falah Ploso, Mojo Kediri ialahĀ Rais Aam KH Miftachul Akhyar kembali Khutbah Iftitah dengan memakai bahasa arab.
Seperti diketahui Para Rais Aam PBNU sebelumnya, sebut saja KH MA Sahal Mahfudh dan KH Ma'ruf Amin biasanya menyampaikan khutbah iftitah dalam bahasa Arab.
Namun, Kiai Miftachul Akhyar, sangat sering menggunakan bahasa Indonesia saat menyampaikan khutbah iftitah.
Secara tradisi, para Kiai pendahulu selalu menggunakan bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah (pidato pembukaan/khotbah pembuka) di setiap muktamar atau forum resmi NU.
Pergeseran ke bahasa Indonesia mulai tampak jelas dan sering dilakukan terutama oleh KH Miftachul Akhyar pada Muktamar ke-34 NU di Lampung (Desember 2021).
Bahkan Khutbah Iftitah beliau yang sepenuhnya disampaikan dalam bahasa Indonesia sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan peserta.
Dalam acara-acara formal saat ini Rais Aam kerap menggunakan bahasa Indonesia, naskah pidato atau konsep Tajdidul Jam'iyah (pembaruan organisasi) seperti yang terjadi dalam Khutbah Iftitah Muktamar Ke-34 NU-Lampung 17 Jumadal Awwal 1443/22 Desember 2022 silam.
Terpopuler
1
Kiai Zulfa: Yang Sudah Jadi Pejabat dan Menteri Tak Perlu Dipaksa Mimpin NU
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
18 Tahun Bertahan di Tengah Tambang, Warga Kalimantan Selatan Tuntut Keadilan Lingkungan
4
Kalkulator Waris NU Online: Hitung Hak Ahli Waris dalam Sekejap
5
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
6
Warga Makassar Desak Pemerintah Batalkan PSEL: Jangan Tukar Kesehatan Kami dengan Proyek Berisiko Tinggi
Terkini
Lihat Semua