Gus Yahya: Gerakan Pemuda Ansor adalah Ototnya Nahdlatul Ulama
NU Online · Senin, 27 Mei 2024 | 21:05 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf saat melantik pengurus PP GP Ansor di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2024) (Foto: Suwitno/NU Online)
Malik Ibnu Zaman
Penulis
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa Gerakan Pemuda (GP) Ansor adalah ototnya Nahdlatul Ulama.Â
Menurutnya, Rais Aam tidak boleh dibiarkan ikut perang atau terlibat petentengan, dan Ketua Umum PBNU tidak boleh dibiarkan mengangkut kursi. Hal ini karena ototnya NU ada pada Gerakan Pemuda Ansor.
"Gerakan Pemuda Ansor adalah ototnya Nahdlatul Ulama. Tidak boleh misalnya Rais Aam dibiarkan ikut perang, dibiarkan ikut petentangan. Tidak boleh Ketua Umum PBNU dibiarkan ngangkut kursi misalnya. Karena ototnya NU adalah Gerakan Pemuda Ansor," ujarnya dalam Pelantikan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor masa khidmat 2024-2029 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2024).
Gus Yahya menambahkan bahwa Gerakan Pemuda Ansor juga harus berfungsi sebagai peretas jalan menuju masa depan.
Lebih lanjut ia senang mendengar laporan dari Ketua Umum PP GP Ansor yang telah mencanangkan hal-hal strategis seperti agenda-agenda Gerakan Pemuda Ansor.
"Saya sangat berbesar hati dan menaruh harapan kepada sahabat-sahabat semua. Ansor dan Banser saya yakin siap bergerak, siap berjuang, siap memenangi masa depan. La haula wala quwata Ila billahiil aliiyil adzim," pungkasnya.
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam pelantikan Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2024) sore.
Dalam sambutannya Jokowi mengaku terkesima dengan ungkapan Ansor maju satu barisan, seribu rintangan patah semuanya. Menurutnya semangat itulah yang harus dipegang oleh GP Ansor yaitu semangat persatuan dan pantang menyerah.
"Ansor maju satu barisan seribu rintangan patah semuanya. Semangat ini yang harus dipegang oleh GP Ansor semangat persatuan dan pantang menyerah dalam menjaga simpul kebangsaan dan hubbul wathan minal iman," ujarnya.
Terpopuler
1
Tanah Wakaf NU di Yogyakarta Dikembangkan Jadi Kampung Reforma Agraria Berbasis Wakaf Produktif
2
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
3
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
4
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
5
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
6
Pelatihan Manajemen Bencana NU Care-LAZISNU Tidak Sekadar Mengejar Jumlah Relawan
Terkini
Lihat Semua