Habib Ali Al-Jufri: Kemanusiaan Itu Mendahului Keagamaan
NU Online · Jumat, 26 Agustus 2022 | 09:00 WIB
Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri saat mengisi seminar internasional di hadapan peserta Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal. (Foto: NU Online/Alhafiz Kurniawan)
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Jakarta, NU Online
Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri menyatakan bahwa kemanusiaan merupakan titik pijakan kita dalam berbagai lapangan kehidupan termasuk kehidupan beragama. Kemanusiaan ini menjadi landasan cara pandang kita terhadap manusia sebelum norma-norma lainnya.
“Kemanusiaan adalah wadah keagamaan sehingga kemanusiaan mendahului keagamaan,” kata Habib Ali Al-Jufri.
Habib Ali Al-Jufri menyampaikan masalah ini pada forum seminar internasional di hadapan peserta Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal yang bekerja sama dengan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pusat di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (24/08/2022) siang.
Habib Ali Al-Jufri menjelaskan bahwa kemanusiaan mengajarkan umat manusia untuk memandang dan bersikap terhadap orang lain secara patut dan manusiawi. Kemanusiaan merupakan salah satu tafsiran atas rahmatan lil alamin.
Habib Ali Al-Jufri menjelaskan perbedaan agama dan keagamaan. Agama merupakan ajaran suci yang dibawa oleh para nabi dan rasul. Sedangkan keagamaan adalah sikap beragama seseorang yang baik dan buruknya bergantung pada kualitas rasa kemanusiaannya.
Habib Ali Al-Jufri menjelaskan, rasa kemanusiaan seseorang itu berpengaruh pada pandangan kehidupan lainnya. “Kalau kemanusiaan itu rusak, maka keagamaannya juga rusak; bukan agamanya, tapi cara pandang keagamannya,” kata Habib Ali.
Selesai dari Masjid Istiqlal, Habib Ali Al-Jufri bergeser menuju Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Habib Ali Al-Jufri menyampaikan pandangan-pandangan moderatisme beragama. Habib Ali Al-Jufri menyempatkan diri untuk membaca karya Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari di Kantor PBNU.
Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Syamsul Arifin
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
3
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi
6
PBNU Targetkan 61.000 Ranting di Seluruh Indonesia Terhubung Sistem Digdaya NU
Terkini
Lihat Semua