Harlah Ke-5 RBPI Dorong Pemerintah Perhatikan Aspirasi Pengemudi
NU Online · Senin, 2 November 2026 | 13:00 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) tegaskan komitmen untuk terus menjadi wadah perjuangan sekaligus pemberdayaan bagi para pengemudi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua RBPI Ika Rostianto dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-5 RBPI di Jakarta, Ahad (1/11/2026).
"Saya berharap pemerintah semakin terbuka terhadap aspirasi para pengemudi dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada keberlangsungan sektor transportasi nasional," katanya sebagaimana disampaikan kepada NU Online, Senin (2/11/2026).
Ika menjelaskan, Harlah Ke-5 RBPI diisi dengan doa kebangsaan lintas agama sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa sekaligus dukungan bagi pemerintah, masyarakat, dan para pengemudi transportasi.
"Kami sengaja membuat tema yang agak berbeda. Melihat kondisi Indonesia hari ini, dengan berbagai tekanan dari dalam maupun luar negeri, kami memilih doa kebangsaan lintas agama. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan kekuatan kepada masyarakat, khususnya para pengemudi, sekaligus menjadi dukungan bagi pemerintah agar Indonesia tetap baik-baik saja," katanya.
Menurut Ika, lima tahun perjalanan RBPI menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan memperjuangkan kesejahteraan pengemudi di Indonesia.
Ia menambahkan, Harlah Ke-5 RBPI dihadiri sekitar 700 peserta, melebihi target awal sebanyak 500 orang. Jumlah tersebut, katanya, menjadi bukti semangat kebersamaan dan soliditas keluarga besar RBPI.
RBPI Soroti Kelangkaan BBM Bersubsidi dan Persoalan Barcode Pengemudi
Dalam momentum Harlah Ke-5 RBPI, Ika juga menyoroti sejumlah persoalan di sektor transportasi, di antaranya kelangkaan BBM bersubsidi dan sistem barcode yang dinilai belum tertata dengan baik.
Baca Juga
Pelunasan Utang saat Inflasi Tinggi
"Yang pertama kami minta adalah transparansi. Sebenarnya kelangkaan ini karena stok BBM memang kurang atau ada masalah dalam pendistribusian? Sebab, beberapa kali kami mendapatkan informasi bahwa kuota BBM untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih cukup. Kalau memang cukup, berarti harus jelas persoalannya ada di mana," jelasnya.
Ia juga meminta pemerintah menyiapkan solusi alternatif apabila persoalan kelangkaan tersebut memang disebabkan oleh keterbatasan stok.
"Jangan sampai masyarakat, khususnya pengemudi, justru mendapatkan BBM dengan kualitas yang tidak baik. Semua kebijakan harus melalui kajian dan uji kelayakan yang benar," terangnya.
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Kasasi Dikabulkan, MA Batalkan Putusan PTUN Terkait Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran
3
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
4
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
5
Banjir di Medan Rendam 2.200 Rumah, 7.930 Warga Terdampak
6
Presiden Prabowo: Korupsi dan Penyelewengan adalah Awal Kehancuran Bangsa
Terkini
Lihat Semua