Ijazah Wirid Harian Agar Rezeki Lapang dari Rais ‘Aam PBNU
NU Online · Rabu, 19 Oktober 2022 | 05:00 WIB
Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar. (Foto: NU Online/ Suwitno)
Syifa Arrahmah
Penulis
Jakarta, NU Online
Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengijazahkan wirid harian agar diberi kelapangan rezeki, yakni Hizib Nashar dan Hizib Bahar.
Meski bagi sebagian kalangan Hizib Nashar terkadang memberikan efek panas bagi pembacanya, namun menurutnya, efek tersebut dapat dinetralkan dengan mendawamkan (juga) Hizib Bahar.
“Penting diingat bahwa Hizib Nashar itu tidak seperti yang orang-orang katakan, hizib nashar itu panas, dan membuat rizki berkurang karena efek panasnya. Nah, kalau itu memang betul di sini kita seimbangkan dengan Hizib Baharnya,” jelas Kiai Miftach, Senin (17/10/2022).
Hal itu terbukti dan ia alami sendiri. Ia mengaku bahwa telah lama mengamalkan dua hizib tersebut dan banyak merasakan dampak positifnya.
“Hal ini saya sudah praktikkan sejak dulu, alhamdulillah ternyata rizki tidak menjauh, karena mungkin itu. Saya kira kita harus mengambil khasiat dari hizib bahar dan hizib nashar itu,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Miftchus Sunnah Surabaya itu.
Faedah Hizib Nashar menurut KH Syafawi
Rektor Institut Agama Islam Al Falah As-Sunniyyah Kencong, Jember Rijal Mumazziq Z dalam tulisannya berjudul ‘Kiai Syafawi, Hizib nashar, dan Metode Membubarkan Warung Remang-remang’ juga membeberkan kisah menarik soal keutamaan Hizib Nashar.
Diceritakan pada tahun 1970 di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, KH Syafawi Ahmad Basyir, Pengasuh Pondok Pesantren Mabdaul Ma’arif melakukan riyadlah dengan berpuasa selama 40 hari dan mendawamkan Hizib Nashar untuk membubarkan warung remang-remang di pojok utara-barat desa Jombang.
Biasanya, apabila pelaku kemaksiatan dibacakan Hizib Nashar, ada energi panas yang secara gaib meneror mereka sehingga tidak kerasan alias tidak betah berdiam di tempat maksiat.
Dan, benar, dengan izin Allah swt, warung remang-remang tersebut mulai berkurang pengunjungnya dan lambat laun bubar dengan sendirinya. Ketika warung semakin sepi, pemiliknya pindah desa. Germonya bertaubat dan akhirnya ngaji ke Kiai Syafawi, lantas aktif di pengajian tahlil keliling.
Seperti diketahui, Hizib Nashar adalah sebuah amalan dan doa wali agung, Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili. Beliau adalah juga pendiri tarekat Syadziliyah. Selain menggubah Hizib Nashar, keturunan Rasulullah dari jalur Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ini juga menciptakan Hizib Bahar.
Baik Hizib Nashar maupun Hizib Bahar keduanya memiliki banyak faedah dan fadhilah. Di antaranya, untuk keselamatan, menolak musibah, dan menggentarkan hati musuh.
Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Muhammad Faizin
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua