Jadul Maula Bantah Jual Lukisan Gus Mus Senilai 2 Miliar
NU Online · Selasa, 15 Desember 2015 | 14:59 WIB
Jakarta, NU Online
Jadul Maula, wakil ketua Lesbumi NU membantah informasi yang beredar luas di sosial media bahwa dirinya pernah menjualkan sebuah lukisan KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) yang dibeli oleh seseorang seharga dua miliar rupiah.
<>
“Itu hanya cerpen yang ditulis oleh temen saya. Mengenai penjualan lukisan Gus Mus, itu memang benar dan cerita bahwa saya mengantar uang ke Gus Mus, itu juga benar, tetapi soal nilai lukisan yang sampai dua miliar, itu yang tidak benar,” kata Jadul di kantor redaksi NU Online, Selasa (15/12).
Kisah tersebut bermula ketika Jadul Maula mau menyelenggarakan sebuah pameran lukisan di Yogyakarta. Lalu ada satu lukisan Gus Mus yang ikut dipamerkan. Seorang pecinta lukisan lalu membelinya seharga 2 Milyar rupiah yang dibayar tunai. Bersama dengan salah seorang temannya, ia mengantar uang tersebut ke kediaman Gus Mus.
Setelah menjelaskan kronologisnya, Gus Mus hanya mengambil uang senilai 10 juta sedangkan Jadul bersama dengan temannya masing-masing diberi “uang saku” senilai 5 juta. Sisanya senilai minta oleh Gus Mus agar dimanfaatkan untuk umat. Dalam kisah tersebut, uang tersebut dibelikan tanah di Yogyakarta.
“Saya sebelumnya tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba ketika di Jakarta diberi selamat sebagai orang yang baik,” katanya.
Sebagai sebuah fiksi yang sebagian berbasis fakta, ia meminta cerita tersebut tidak dipercayai kebenarannya, apalagi sampai mengecek lokasi tanah yang dibeli tersebut. “Itu tidak benar,” tandas pengasuh pesantren Kali Opak tersebut.
Ia terpaksa harus mengklarifikasi berbagai pertanyaan yang datang secara bertubi-tubi via sma, inbox, telepon, atau pertanyaan langsung dari para koleganya. (Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua