Profil Rais Aam PBNU 2026-2031 KH Miftachul Akhyar
NU Online · Jumat, 2 Oktober 2026 | 19:00 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, untuk masa khidmah 2026-2031.
Sebelumnya, Kiai Miftach sebagai wakil rais aam PBNU melanjutkan kepemimpinan KH Ma'ruf Amin yang mengundurkan diri pada tahun 2018. Kiai asal Surabaya itu pun terpilih sebagai rais aam PBNU pada Muktamar Ke-34 di Lampung untuk masa khidmah 2021-2026.
Kiai Miftach merupakan putra kedelapan dari 13 bersaudara dari pasangan KH Abdul Ghoni dan Nyai Hj Siti Ashfiyah. Lahir pada 1953, ia tumbuh dalam lingkungan Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya.
Selain belajar dari lingkungan keluarganya, Kiai Miftach juga berkelana ke sejumlah pesantren, antara lain Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur; Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur; Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur (1967-1969); Pondok Pesantren Lasem, Rembang, Jawa Tengah (1971-1974); dan mengikuti Majelis Ta'lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, Jawa Timur (1977-1978). Di samping itu, ia juga pernah mengenyam pendidikan Ramadhan di Pesantren Mranggen, Demak, Jawa Tengah di bawah bimbingan KH Muslih.
"Ya, seperti itulah pengalaman. Jadi, tidak banyak ya," katanya dalam sebuah wawancara dengan NU Online yang dikutip pada Jumat (2/10/2026).
Dengan modal tersebut, Kiai Miftach membangun tekadnya untuk menggelar pengajian sampai mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah yang berada di bilangan Kedung Tarukan No. 100 Surabaya, Jawa Timur.
"Awalnya ia hanya berniat mendiami rumah sang kakek, tetapi setelah melihat fenomena pentingnya "nilai religius" di tengah masyarakat setempat, maka mulailah beliau membuka pengajian," ujarnya.
Sepulang dari Lasem, Kiai Miftach mulai aktif di organisasi NU pada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tambaksari. Lalu, pada tahun 1978, ia diminta untuk menjadi salah satu wakil rais syuriyah di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya.
Perkhidmahannya berlanjut menjadi rais syuriyah PCNU Surabaya sekaligus menjabat sebagai salah satu wakil rais syuriyah di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mendampingi KH Imron Hamzah. Ia kembali duduk sebagai wakil rais syuriyah di PWNU Jawa Timur mendampingi KH Achmad Masduqi Mahfudz. Lalu di periode berikutnya, Kiai Miftach terpilih sebagai rais syuriyah PWNU Jawa Timur.
Kiai yang juga alumni Tambakneras ini pun memiliki rutinitas mingguan berupa pengajian kitab al-Hikam karya Ibnu 'Athaillah Sakandari yang diselenggarakan setiap bakda shalat Jumat.
Atas jasa-jasanya dalam bidang keagamaan dan kebangsaan, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan penghargaan Bintang Mahaputra Utama kepada KH Miftachul Akhyar di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (25/8/2025).
"Beliau berjasa luar biasa dalam bidang keagamaan dan kebangsaan melalui kepemimpinan sebagai Rais Aam PBNU," demikian disampaikan pemandu acara mengiringi penyerahan penghargaan tersebut, sebagaimana dikutip dari NU Online.
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
Terkini
Lihat Semua