Kang Said: Jenazah Koruptor Cukup Disholati Satpamnya Saja
NU Online Ā· Senin, 25 Juni 2012 | 12:15 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengutuk keras praktik korupsi yang dilakukan para pejabat negara. Dampak kerusakan korupsi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara tak dapat dielakkan lagi. Karena itu, para koruptor sudah selayaknya diberi imbalan setimpal atas perbuatan haram yang menyengsarakan rakyat itu.<>
Menurut Kiai Said, NU sejak lama telah memperhatikan hal ini. Pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU di Jakarta tahun 2002, wacana pendeskriditan terhadap koruptor sudah mencuat. Forum Munas menyatakan, jenazah koruptor tak wajib disholati umat Islam.
āJadi menurut NU, kiai-kiai dan warga Nahdliyin ndak usah nyolatin jenazah koruptor. Biar disholatin satpamnya saja,ā kelakar Kiai Said dalam sebuah forum diskusi di Jakarta belum lama ini.
Rasulullah sendiri, sambungnya, pernah tidak mau mensholati jenazah salah seorang sahabat yang meninggal dunia. Alasannya, yang bersangkutan masih menanggung beban hutang. Shalat jenazah baru dilaksanakan usai tanggungan atas hak adami (sesama manusia) ini diselesaikan.
Doktor Universitas Ummul Qura ini juga menyatakan, tak hanya diasingkan, setiap pelaku kerusakan di muka bumi tak layak hidup di dunia. Untuk menguatkan argumentasi ini, ia mengutip ayat Al-Qurāan, surat al-Maidah, ayat 3.
Dalam ayat tersebut dijelaskan, hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, dan membuat kerusakan di bumi, tak lain adalah dibunuh, disalib, dipotong kaki dan tangan mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya.
Bagi Kiai Said, Islam sangat keras dalam menyikapi masalah korupsi. Perampok harta rakyat sama sekali tidak patas mendapatkan toleransi karena menyangkut kemaslahatan orang banyak.Ā
āKalau seperti ini, hukuman mati untuk para koruptor, saya sepakat,ā tandasnya.
Redaktur : Syaifullah Amin
Penulis Ā Ā : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
3
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
6
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
Terkini
Lihat Semua