Nasional

LF PBNU: Rabiul Awal 1448 H Jatuh Esok, Selamat Datang Bulan Maulid Nabi

NU Online  ·  Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:30 WIB

LF PBNU: Rabiul Awal 1448 H Jatuh Esok, Selamat Datang Bulan Maulid Nabi

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online 

 

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Rabiul Awal 1448 H jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026 M.

 

"Awal bulan Rabi'ul Awal 1448 H bertepatan dengan Jumat Pon 14 Agustus 2026 M (mulai malam Jumat) atas dasar rukyah," sebagaimana tertulis dalam Pengumuman Nomor 158/PB.08/A.II.11.13/13/08/2026 yang dikeluarkan pada Rabu (14/8/2026).

 

Keputusan didasarkan pada hasil rukyatul hilal, bahwa ada sejumlah lokasi yang melaporkan melihat hilal 1 Rabiul Awal 1448 H pada Rabu, 29 Safar 1448 H bertepatan 13 Agustus 2026 M.

 

"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Kamis Pahing 29 Shafar 1448 H / 13 Agustus 2026 M. Laporan lokasi yang menyelenggarakan rukyatul hilal terlampir. Terdapat lokasi yang melihat hilal," tulis pengumuman itu.

 

Artinya, Maulid Nabi Muhammad saw, 12 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada 25 Agustus 2026.

 

LF PBNU Mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi Nahdliyin dalam rukyatul hilal ini.

 

Pihaknya juga meminta seluruh jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk menyampaikan ikhbar ini. 

 

"Diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Rabiul Awal 1448 H ini kepada warga Nahdlatul Ulama, khususnya jajaran pengurus di wilayah / cabangnya masing–masing," lanjut pengumuman tersebut.

 

Sebagai informasi, hilal akhir Safar 1448 H atau bertepatan dengan Kamis Pahing, 13 Agustus 2026 M adalah 7 derajat 29 menit 54 detik dengan elongasi 9 derajat 35 menit 35 detik dan lama hilal di atas ufuk 33 menit 55 detik. Sementara ijtima (konjungsi) terjadi pada Kamis Pahing 13 Agustus 2026 M pukul 00:38:02 WIB.

 

Hal ini berdasarkan markaz Jakarta Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT). Penghitungan ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.

 

Adapun letak Matahari terbenam 14 derajat 34 menit 42 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal berada pada posisi 12 derajat 42 menit 17 detik utara titik barat. Sementara kedudukan hilal 1 derajat 52 menit 24 detik utara Matahari dan keadaan hilal miring ke selatan.

 

Adapun parameter hilal terkecil itu terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ketinggian hilal di sana mencapai +6 derajat 18 menit, elongasi hilal haqiqy 8 derajat 23 detik dan lama hilal di atas ufuk 28 menit 50 detik.

 

Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh. Ketinggian hilal di sana mencapai 7 derajat 15 menit, elongasi hilal haqiqy 10 derajat 08 menit dan lama hilal di atas ufuk 31 menit 34 detik.

 

Data di atas menunjukkan hilal sudah berada di atas ufuk dan sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal sudah melebih 3 derajat dan elongasi sudah lebih dari 6,4 derajat. Bahkan di wilayah barat sudah memenuhi qath'iyur rukyah.

 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal 1 Safar 1448 H dalam Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam Tanggal 13 Agustus 2026 M (Penentu Awal Bulan Rabiul Awal 1448 H).

 

Dalam informasi itu, dijelaskan bahwa konjungsi terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 M, pukul 17.36.34 UT atau Kamis, 13 Agustus 2026 M, pukul 00.36.34 WIB atau Kamis, 13 Agustus 2026 M, pukul 01.36.34 WITA atau Kamis, 13 Agustus 2026 M, pukul 02.36.34 WIT.

 

Di wilayah Indonesia pada tanggal 13 Agustus 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.37.52 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.53.12 WIB di Sabang, Aceh. 

 

Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 13 Agustus 2026, berkisar antara 6,43 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan 7,8 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat.

 

Sementara itu, besaran di Indonesia saat Matahari terbenam pada 13 Agustus 2026, berkisar antara 8,38 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 10,18 derajat di Sabang, Aceh.

 

Data BMKG juga menunjukkan umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 13 Agustus 2026, berkisar antara 15,02 jam di Merauke, Papua sampai dengan 18,28 jam di Sabang, Aceh.

 

Adapun lama hilal saat Matahari terbenam pada 13 Agustus 2026, berkisar antara 30,3 menit di Jayapura, Papua sampai dengan 36,18 menit di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang