Katib Syuriyah PBNU Gus Hilmy Jelaskan Bahaya Sifat Penakut dalam Kehidupan
NU Online · Senin, 23 Februari 2026 | 16:00 WIB
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hilmy Muhammad saat mengaji Kitab Mabadi’ Khoiri Ummah (Tangkapan layar Youtube Krapyak Official)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hilmy Muhammad (Gus Hilmy) menjelaskan bahaya sifat penakut dalam kehidupan manusia.
Menurutnya, sikap penakut bukan hanya kelemahan pribadi, tetapi dapat merendahkan martabat manusia dan menghambat pembentukan karakter yang kuat.
Hal itu dijelaskan Gus Hilmy falam pengajian Ramadhan Kitab Mabadi’ Khoiri Ummah yang tayang di akun Youtube Krapyak Official pada Ahad (22/2/2026).
Gus Hilmy menegaskan bahwa sifat penakut merupakan perilaku buruk yang harus dihindari oleh setiap makhluk, terutama manusia.
“Penakut itu menjadi perilaku buruk bagi semua makhluk. Di mana saja kalau tidak berani, sama seperti manusia, kalau penakut itu pasti terhina, oleh karena itu perilaku yang dihindari oleh manusia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam, keberanian tidak semata-mata dimaknai sebagai keberanian fisik. Lebih dari itu, keberanian mencakup dimensi moral dan spiritual.
Ia menegaskan bahwa keberanian dibutuhkan untuk menegakkan kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Tanpa keberanian, seseorang mudah terjebak dalam kelemahan, kemalasan, dan ketidakberdayaan.
Gus Hilmy juga menyampaikan bahwa Nabi Muhammad memanjatkan doa agar dijauhkan dari sifat penakut.
Doa tersebut berbunyi, “Ya Allah lindungilah saya dari hal-hal yang galau, susah, lemah, males, penakut, dan pelit. Jadikanlah orang yang berani, dermawan, dan berperasangka baik,” tuturnya.
Menurutnya, doa tersebut menunjukkan bahwa rasa takut yang berlebihan adalah sifat yang harus dilawan dengan keimanan dan keteguhan hati.
“Keberanian bukan hanya soal tubuh atau fisik semata, tetapi juga keberanian bersikap, menyampaikan kebenaran, dan mengambil keputusan yang adil dalam setiap keadaan,” ujar Pengasuh Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu.
Baca Juga
Gus Dur Nilai SBY Penakut
Ia menambahkan, Nabi Muhammad dan para nabi lainnya telah memberikan teladan tentang pentingnya keberanian dalam kehidupan. Dalam sejarah peradaban manusia, sosok-sosok pemberani tercatat sebagai figur yang membawa perubahan besar.
“Nabi Muhammad dan para nabi mengajarkan kita untuk berani dan menghindari ketakutan. Banyak tercatat dalam sejarah, sejarah manusia itu dipenuhi dengan orang-orang yang pemberani dan yang ditulis oleh tinta emas,” katanya.
Di akhir tausiyahnya, Gus Hilmy mengajak umat Islam membangun karakter yang berani, optimistis, dan berprasangka baik. Keberanian, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan tidak mudah menyerah.
“Keberanian ini menjadi fondasi penting untuk membentuk generasi yang tangguh dan tidak mudah menyerah,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Kultum Ramadhan: Lebih Baik Sedikit tapi Istiqamah
5
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
6
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
Terkini
Lihat Semua