Nasional

Ketua Umum PBNU Kenang Kiai Syukron Ma’mun, Teladan Semangat Mendampingi Umat

NU Online  ·  Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Ketua Umum PBNU Kenang Kiai Syukron Ma’mun, Teladan Semangat Mendampingi Umat

Ketum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz saat menghadiri acara Tahlil malam ketiga atas wafat KH Syukron Makmun di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Cipedak, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026) malam. (Foto: Tangkapan layar kanal Youtube DaarulRahmanMedia)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz mengenang KH Syukron Ma’mun sebagai sosok kiai yang istiqamah memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Semangatnya dalam berdakwah dan mendampingi umat menjadi teladan yang patut dilanjutkan.


Hal itu disampaikan Gus Kikin, sapaan KH Abdul Hakim Mahfudz, saat menghadiri tahlil malam ketiga wafatnya KH Syukron Ma’mun di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026) malam.


“Jadi (teladan) itu, bagaimana semangat beliau di dalam berceramah, mendampingi umat. (Wafatnya) itu jadi satu kehilangan bagi umat Islam khususnya NU,” ungkapnya.


Gus Kikin menceritakan pertemuannya dengan Kiai Syukron ketika menghadiri undangan haul di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada 2024. Saat itu, Kiai Syukron sempat mampir ke kediamannya sebelum melanjutkan perjalanan menuju acara haul.


Ia mengaku kagum terhadap semangat Kiai Syukron yang tetap berceramah selama kurang lebih satu setengah jam meskipun usianya telah lanjut.


“Semangat berdakwah itu yang menjadikan beliau sangat semangat dalam menyampaikan pikiran-pikirannya untuk membina umat,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut.


Meski kehilangan seorang tokoh agama yang konsisten mendampingi masyarakat, Gus Kikin optimistis kiprah Kiai Syukron akan berlanjut melalui generasi penerus yang telah disiapkan.


Ia pun mengajak para hadirin mendoakan keturunan Kiai Syukron agar dapat berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat modern.


“Kita doakan mudah-mudahan banyak manfaat yang akan disebarkan Gus Faiz di masa yang akan datang,” ajaknya, yang disambut seruan amin dari para hadirin.


Dalam kesempatan itu, Gus Kikin juga menekankan pentingnya kontribusi dari berbagai bidang keilmuan untuk menjawab tantangan masyarakat. Menurutnya, umat Islam perlu mengurangi ego sektoral dan memperkuat persaudaraan agar mampu menghadapi persoalan bersama.


Ia mencontohkan langkah Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam memimpin Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), yang menghimpun berbagai organisasi Islam untuk menghadapi penjajahan Belanda.


“Majelis Islam A’la Indonesia itu untuk melawan Belanda, NU mengajak semua organisasi ada di situ. Wahabi, Syarikat Islam hingga Muhammadiyah itu semua bersama-sama untuk melawan penjajahan Belanda,” tegasnya.


Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta KH Faiz Syukron Makmun atau Gus Faiz menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para tamu undangan yang turut mendoakan almarhum ayahnya. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada KH Abdul Hakim Mahfudz yang hadir dalam acara tersebut.


“Jadi saya terima kasih Gus Kikin sudah hadir ke Pesantren Daarul Rahman. Alhamdulillah beliau bisa mengatur jadwalnya,” ucapnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang