Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat aksi sweeping berujung maut yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) dengan warga di Kendal, Jawa Tengah pada 18 Juli lalu, tidak sesuai ajaran agama Islam.
<>
Ia mengatakan hal itu pada acara peringatan hari lahir (harlah) ke-15 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bertajuk “Indonesi Lahir Batin”, di Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta, Selasa (23/).
"Itu bertentangan dengan Islam dan itu melanggar kaidah hukum yang ada!" tegas Kiai asal Cirebon tersebut.
Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut, aksi sweeping tidak bisa dilakukan oleh FPI. Hal itu jelas diatur di Undang-Undang, dan yang berhak melakukan sweeping ialah pihak kepolisan.
Dia juga menyinggung pemerintah yang tidak bertindak tegas kepada ormas Islam yang melanggar hukum. Pemerintah harus bertindak tegas agar ormas tersebut jera.
Kemudian ia menegaskan, setiap pelaku kriminal harus ditangkap sesuai hukum yang berlaku,
“Tunjukkan pemerintah berwibawa," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menjamin bahwa tak seorang pun warga NU yang akan melakukan sweeping.
Penulis: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua