Nasional

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Orang, Terbanyak Perempuan dan Lansia

NU Online  ·  Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:27 WIB

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Orang, Terbanyak Perempuan dan Lansia

Kondisi warga korban gempa NTT di pengungsian. (Dok. NU Peduli NTT).

Jakarta, NU Online
Korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal kini mencapai 103 orang, dari jumlah tersebut perempuan menjadi bagian terbesar dari korban.


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan terdapat tambahan tiga korban meninggal dunia. Korban tersebar di sejumlah wilayah terdampak terbanyak berada di Kabupaten Manggarai.


“Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 (orang). Manggarai sebanyak 41 (orang), kemudian Manggarai Timur 34 (orang), disusul Nagekeo 13 (orang),” ujar Berton dalam konferensi pers dikanal resmi Youtube BNPB dikutip Rabu (26/8/2026).


Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia terdiri atas 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Sementara berdasarkan kelompok umur, korban paling banyak berasal dari kelompok lanjut usia (lansia), yakni 45 persen.


“Kelompok umur kami dapat katakan bahwa yang terbesar itu adalah lansia sebesar 45 persen, dewasa sebesar 37 persen, anak-anak dan remaja sebanyak 12 persen, sisanya adalah balita dan batita,” ucapnya.


Ia menyampaikan bahwa selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga terus bertambah. BNPB mencatat tambahan 63 orang sehingga total korban luka mencapai 1.666 orang.


“Kami akan mengupdate korban akibat luka-luka. Kami mendapat tambahan angka sebesar 63 orang yang luka-luka sehingga total yang kami catat adalah sebesar 1.666 orang,” tuturnya.


Di Manggarai Timur, tercatat 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang luka ringan. Sementara di Manggarai, terdapat 58 orang mengalami luka berat dan 474 orang luka ringan.


Situasi semakin berat karena gempa susulan masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB terdapat 7.492 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, 33 gempa susulan memiliki magnitudo di atas lima dan 143 kejadian dirasakan masyarakat.


Berton mengatakan gempa susulan yang terus terjadi menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana karena memicu kepanikan dan memperdalam trauma warga.


“Ketika gempa yang selalu hadir, gempa susulan ini menimbulkan kepanikan maupun traumatik yang mendalam untuk warga yang mengalami kegempan tersebut,” katanya.


Di tengah kondisi tersebut, jumlah warga yang mengungsi juga masih besar. Ia menjabarkan sebanyak 185.131 orang masih berada di tempat pengungsian, baik secara mandiri maupun terpusat. Jumlah itu bertambah 4.804 orang dibandingkan data sebelumnya.


Pengungsi terbanyak berada di Manggarai sebanyak 50.556 orang, disusul Nagekeo 50.358 orang, Manggarai Timur 31.372 orang, Manggarai Barat 27.167 orang, Sikka 18.833 orang, Ende 4.294 orang, dan Ngada 2.551 orang.


Berton juga menyampaikan bahwa kerusakan rumah warga menjadi persoalan besar yang membutuhkan penanganan lanjutan. Total rumah yang mengalami kerusakan 77.912 rumah mengalami kerusakan yang tersebar di tujuh kabupaten, yakni Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Sikka.


“Untuk rumah rusak berat secara total kami mencatat bahwa ada 24.597, rusak sedang sebanyak 18.537, kemudian rusak ringan sebanyak 34.778,” ujarnya.


BNPB menyatakan akan melakukan penanganan terhadap rumah-rumah yang rusak. Namun, pendataan dan verifikasi terlebih dahulu diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap bangunan.


“Namun sebelumnya BNPB akan melakukan pendataan dan verifikasi apakah rumah tersebut termasuk rusak berat atau rusak ringan atau bahkan tidak rusak sama sekali,” ujar Berton.


“Hal ini guna mempercepat tentunya dari masa tanggap darurat langsung nanti 
menjadi masa rehabilitasi dan rekonstruksi,” sambungnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang