Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengikhbarkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1439 H jatuh pada hari Senin (13/8).
Â
"Awal Dzulhijjah 1439 H bertepatan dengan hari Senin (mulai Ahad malam), 13 Agustus 2018 atas dasar penyelenggaraan rukyah (Ahad, 29 Dzulqo'dah 1439 ) petang ini," tulis pesan bertanda Ketua LF PBNU KH Ahmad Ghazalie Masroeri pada Ahad (13/8).
Â
Hal ini didasarkan pada hasil pengamatan beberapa perukyat dari berbagai daerah yang berhasil melihat hilal. Di antara tempat perukyat yang berhasil melihatnya adalah Bukit Condrodipo Gresik, Jawa Timur; IAIN Madura; Pelabuhan Taddan Sampang, Madura; Gedung STIBA Makassar, Sulawesi Selatan; Centeral Obserbasi Astronomi Club Kudus, Jawa Tengah; Masjid Jami' Denanyar, Jombang, Jawa Timur; Pantai Pungkruk, Jepara, Jawa Tengah; Markaz RHI, Yogyakarta; dan Pantai Pandian Wonorejo, Situbondo; Jawa Timur.
Â
Dengan demikian, Idul Adha, yakni 10 Dzulhijjah 1439 H jatuh pada hari Rabu (22/8/2018). "Maka Idul Adha 1439 H bertepatan dengan hari Rabu, 22 Agustus 2018," kata Kiai Ghazalie.
Â
"Selamat berpuasa Arafah dan beridul Adha," pungkasnya.
Â
Sebelumnya, Ma'rufin, salah satu pengurus LF PBNU, mengatakan bahwa tinggi hilal pada Ahad (12/8) berada di atas 11 derajat. Hal ini tentu saja sudah jauh di atas imkanurrukyah, batas minimum hilal dapat dilihat, yakni dua derajat. (Syakir NF/Ibnu Nawawi)