Lembaga PBNU Diukur Kinerjanya Berdasarkan Key Performance Indicator
NU Online · Jumat, 11 September 2015 | 02:05 WIB
Jakarta, NU Online
Untuk meningkatkan kinerja lembaga-lembaga NU yang totalnya berjumlah 18, PBNU akan menggunakan parameter keberhasilan Key Performance Indicator. Setiap enam bulan, nantinya akan dilaporkan kinerja lembaga-lembaga tersebut kepada ketua umum PBNU.<>
“Nanti akan ketahuan, mana yang nilainya merah, kuning dan hijau. Lalu dari situ kita bisa melakukan penanganan lebih lanjut,” kata PBNU Helmy Faishal Zaini.
Bukan hanya di lingkungan PBNU, ia berharap model ini bisa menjadi prototype yang dilaksanakan di tingkat Wilayah dan Cabang NU.
“NU merupakan organisasi perkhidmatan, tetapi juga harus dikelola dengan baik,” tegasnya.
Kita harapkan ini bisa menjadi prototype sehingga wilayah dan cabang bisa meniru. Dengan pengelolaan organisasi yang baik, ini akan membantu memperkaya khazanah yang ada. Jadi nanti khazanah yang dimiliki akan terpublish dengan baik.
Pada periode sebelumnya, lembaga dan badan otonom di lingkungan NU hanya dimintai laporan menjelang pelaksanaan musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) yang pelaksanannya sekitar dua tahun setelah muktamar. Ini menyebabkan evaluasi berjalan lambat. (Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua