Makna Ayat Kursi Sebagai Penjagaan bagi Umat menurut Prof Quraish Shihab
NU Online · Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pakar Tafsir Al-Qur’an Prof Muhammad Quraish Shihab menjabarkan makna Ayat Kursi atau Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 255 sebagai ayat penjagaan bagi manusia, yang tidak hanya sekadar bacaan tetapi mengandung makna perlindungan spiritual yang luas bagi umat Islam.
Penjelasan tersebut ia sampaikan dalam pengajian Ramadhan Tafsir Al-Misbah: Hidup Bersama Al-Qur’an bertanjuk Ayat Kursi, Ayat Penjagaan di kanal Youtube Pusat Studi Al-Qur’an pada Jumat (27/2/2026).
Prof Quraish menegaskan bahwa Ayat Kursi secara eksplisit menggambarkan kekuasaan Allah swt yang mutlak dan menyeluruh.
“Ayat ini menggambarkan kuasa Allah swt, ayat ini tercermin sekali kata demi kata yang menggambarkan kuasa Allah swt yang menjadikan orang yang menghayatinya merasa pasti dipelihara Tuhan, merasa pasti terjaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kekuasaan Allah swt yang meliputi meliputi langit dan bumi serta pemeliharaan-Nya terhadap makhluk-Nya tanpa kenal lelah atau tidur. “kekuasaannya mencakup semua alam raya dan Dia (Allah swt) tidak terbebani mengurusnya, tidak letih mengurushnya,” ucapnya.
Prof Quraish menekankan bahwa Surat Al-Baqarah ayat 255 dikenal sebagai Ayatul Hifz atau ayat memelihara.
“Karena setiap datang berbisik menggoda manusia, selalu ditampik sehingga tergambar Tuhan memang Maha Kuasa, kalau saya bersandar kepada-Nya pasti saya mendapatkan rasa aman,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa membaca Ayat Kursi di dalam shalat sangat dianjurkan untuk meningkatkan rasa khusyuk. Bahkan, ayat tersebut relevan dibaca ketika seseorang berada dalam ketakutan, di kegelapan, ataupun saat tidak bisa tidur.
“Setan itu menjauh kalau dengar ayat itu lagi, kenapa? orang itu akan mendekati kalau mendengar sesuatu yang dia senangi dan menjauh pada sesuatu yang dia tidak senangi,” paparnya.
“Setan itu tidak senang kalau orang membaca Al-Qur’an termasuk Ayat Kursi, jadi dia menjauh. Kalau anda bertemu atau melihat setan, langsung baca Ayat Kursi, langsung lari setannya dari anda,” sambung Prof Quraish.
Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) itu menegaskan bahwa tidak ada batasan waktu dalam membaca Ayat Kursi.
“Anytime, kapan saja boleh, terutama saat kita merasa takut, Ayat Kursi juga membantu menghilangkan keresahan kita,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
4
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua