Jakarta, NU Online
Rakyat Papua memiliki karakter dan kebudayaan yang khas yang harus dipahami setiap orang. Baik penduduk pribumi maupun pendatang dituntut melakukan pendekatan budaya dan keagamaan yang arif dalam hubungan kemasyarakatan. Dalam hal ini, sikap dasar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dipandang sangat sesuai dengan tuntutan semacam ini.
<>
Hal ini disampaikan Ketua Umum Majelis Muslim Papua (MMP) H Arobi Ahmad Auitarau, Selasa (23/5), di sela kunjungan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat ke Gedung PBNU, Jakarta Pusat.
Menurut Arobi, NU telah memegang prinsip yang tepat tentang hubungan sosial. Sikap NU yang moderat, toleran, dan menghargai kebudayaan lokal dianggap cukup kondusif bagi keharmonisan masyarakat Papua.
āJadi, kalau sikap dasar NU itu diterapkan di Papua, sudah sangat pas,ā tegasnya.
Arobi mengaku kagum menyaksikan sikap KH Abdurraman Wahid (Gus Dur) ketika menyelesaikan kemelut di Bumi Cendrawasih ini, termasuk setelah lengser dari kursi presiden. Pendekatan yang bijak membuat Gus Dur sangat di cintai rakyat Papua hingga saat ini. Sikap tersebut dinilai mencerminkan sikap NU yang lentur dan ramah dalam menyikapi persoalan.
āWaktu Gus Dur datang ke Papua, beliau mengucapkan Assalamuāalaikum warahmatullahi wabarakatuh. Suasana diam semua. Tenang. Nggak ada suara sama sekali. Padahal, itu kalau bukan Gus Dur yang ngucapin, pasti sudah ribut. Ini menunjukkan Gus Dur sudah tepat cara masuknya,ā tuturnya.
Anggota Pokja Agama MRP Papua Barat ini juga prihatin dengan hadirnya kelompok agama garis keras di Tanah Papua. Meski mengatasnamakan agama, keberadaan mereka justru membawa hawa permusuhan bagi kehidupan umat beragama di sana.Ā
Ia menjelaskan, karakter dasar masyarakat Papua sesungguhnya harmonis. Dalam banyak hal mereka mampu berdampingan dengan rukun dan kerja sama. Kenyataan ini tampak dari berbaurnya mereka dalam pembangunan rumah ibadah, kepanitiaan MTQ, dan seremoni keagamaan lainya.
āJustru yang membuat Papua jadi rusuh, yang pendatang baru yang keras itu dan provokatif itu,ā tandasnya.
Redaktur : Syaifullah Amin
Penulis Ā Ā : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua