Mu'tamad 2026 di Lirboyo, Tgk Zahrul Mubarak Sampaikan Peran Strategis Ma'had Aly di Kancah Global
NU Online · Ahad, 1 November 2026 | 08:00 WIB
Tgk. H Zahrul Mubarak dalam konferensi internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. (istimewa)
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Kediri, NU Online
Mudir Tanfidzi sekaligus Mudir Ma'had Aly Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Tgk H Zahrul Mubarak (Abi MUDI), mendapat kepercayaan menyampaikan sambutan mewakili peserta dari 10 negara dalam konferensi internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu'tamad) 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Konferensi yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 tersebut mempertemukan sekitar 200 panelis dari 10 negara, ulama, akademisi, serta pimpinan Ma'had Aly dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Abi MUDI menegaskan bahwa Ma'had Aly memiliki posisi strategis dalam merespons dinamika dan tantangan dunia modern. Menurutnya, lembaga pendidikan tinggi pesantren itu tidak cukup dipahami sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga harus menjadi pusat pengembangan dan transformasi epistemologi keilmuan Islam untuk menjawab persoalan kontemporer.
Ia menilai tradisi keilmuan pesantren perlu memberikan kontribusi lebih luas, tidak hanya bagi lingkungan pesantren, tetapi juga bagi masyarakat global.
Ma’had Aly Perlu Menjawab Persoalan Global
Abi MUDI menekankan bahwa kontribusi Ma'had Aly tidak seharusnya terbatas pada pemenuhan kebutuhan internal pesantren. Keilmuan yang dikembangkan perlu menjangkau bidang pendidikan universal, integrasi ilmu agama dengan sains dan teknologi, hingga persoalan kelestarian alam dan lingkungan.
“Nilai-nilai keislaman yang inklusif atau Rahmatan lil ‘Alamin hanya dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat luas jika dirumuskan melalui pemikiran kolektif para ahli yang benar-benar tafaqquh fiddin,” ungkapnya di Aula Al-Muktamar, Pesantren Lirboyo.
Menurutnya, tantangan global membutuhkan pemikiran keislaman yang mendalam dan terbuka, tetapi tetap berakar pada tradisi keilmuan pesantren. Karena itu, Ma'had Aly memiliki tanggung jawab untuk melahirkan gagasan yang relevan secara akademik sekaligus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan.
Menjaga Otoritas dan Otentisitas Keilmuan
Di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi, Abi MUDI mengingatkan pentingnya menjaga otoritas dan otentisitas keilmuan agama. Ia menegaskan, pemikiran Islam dalam merespons persoalan kontemporer harus dirumuskan oleh figur yang memiliki kapasitas keilmuan serta integritas yang kuat.
Putra ulama kharismatik Aceh, Abu MUDI, itu menyebut sejumlah kualifikasi yang perlu dimiliki seorang ulama, antara lain rasikh atau mendalam ilmunya, ‘alim, ‘abid, serta tsiqah atau dapat dipercaya.
Menurutnya, pengembangan pendidikan pesantren tidak berarti meninggalkan tradisi keilmuan klasik. Sebaliknya, khazanah turats dan metodologi keilmuan para ulama harus tetap menjadi fondasi dalam melahirkan pemikiran yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
Perkuat Sinergi Antar-Ma’had Aly
Mu'tamad 2026 diselenggarakan melalui kerja sama Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI dengan Ma’had Aly Lirboyo. Konferensi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Anwar Iskandar, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, H Basnang Said, serta jajaran pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, termasuk KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, dan Mudir Aam Ma’had Aly Lirboyo KH Atho’illah Sholahuddin Anwar.
Abi MUDI menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan pengurus Pondok Pesantren Lirboyo, panitia pelaksana, serta Kementerian Agama RI atas terselenggaranya forum yang mempertemukan beragam pemikiran dan pengalaman dalam pengembangan Ma'had Aly.
Ia berharap Mutamad 2026 dapat melahirkan gagasan baru, memperkuat sinergi antarlembaga, serta mendorong regenerasi ulama yang memiliki kedalaman ilmu dan keluasan wawasan.
Kepercayaan kepada Abi MUDI untuk menyampaikan sambutan mewakili peserta dari 10 negara menjadi salah satu bentuk keterlibatan pesantren Aceh dalam forum akademik Islam di tingkat internasional.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua