Yogyakarta, NU Online
NU masih mempunyai magnet yang luar biasa dalam atmosfir politik tanah air. Buktinya, menjelang pemilu, baik legisltif dan maupun presiden, para tokoh NU kerap menjadi rujukan tokoh-tokoh yang akan berlaga dalam sirkuit politik.
<>
“Yang kasat mata saja, dalam beberapa minggu terakhir ini, hampir semua bakal calon presiden sowan ke kantor PBNU,” ujar Ketua PBNU KH. Slamet Efendi Yusuf ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Sarasehan Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Asrama Haji Yogyakarta, Selasa (6/5).
Karena itu, kata Slamet, warga NU tidak boleh buta politik. Sebab, politik adalah sarana untuk untuk membangun bangsa.
Sehingga, kata dia, warga NU perlu terlibat aktif, khususnya dalam politik kebangsaan dan kenegaraan dengan penuh rasa tanggung jawab dan berakhlakul karimah sesuai dengan Khithah NU. “Bagaimanapun, NU juga punya tanggung jawab untuk membangun bangsa,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam IX dalam sambutannya menandaskan, peran dan kehadiran ulama sangat penting di tengah problematika bangsa yang menggunung.
Ulama, kata dia, masih menjadi pijakan dan acuan dari sejumlah persoalan kebangsaan yang mengemuka. “Termasuk pemikiran, gagasan, dan tauladan ulama dan cendikiawan menjadi referensi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara,” tukasnya.
Usai memberikan sambutan, Sri Paduka Paku Alam IX berkenan membuka secara resmi sarasehan yang digagas ICIS (Internasional Conference of islamic Scholars) tersebut. (aryudi a razaq/abdullah alawi)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
3
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
4
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
5
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
6
BEM UI Dukung Gelombang Aksi di Berbagai Daerah, Siapkan Gerakan Lanjutan
Terkini
Lihat Semua