PBNU dan PP Muslimat Perkuat Sinergi Program Strategis untuk Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
NU Online · Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU bertemu di di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (Foto: Dok PBNU/Ahmad Fauzul Adhim)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU memperkuat sinergi program strategis untuk mewujudkan masyarakat yang religius, sejahtera, dan mandiri. Hal tersebut dibahas dalam silaturahmi pengurus PP Muslimat NU dengan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), didampingi Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif, di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ketua PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai langkah bersama ke depan.
Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar tujuan pemberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui program-program yang saling mendukung.
“Hari ini kami dari Pimpinan Pusat Muslimat NU bersilaturahmi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kami sowan untuk menyamakan persepsi mengenai langkah ke depan. Muslimat NU ingin mewujudkan masyarakat yang religius, sejahtera, dan mandiri. Karena itu, kami membahas bagaimana langkah bersama yang bisa dilakukan,” ujarnya kepada NU Online seusai pertemuan.
Arifah mengatakan, salah satu hal yang perlu diperkuat dalam membangun sinergi adalah kesamaan hati dan semangat untuk bergerak bersama. Menurutnya, hal tersebut penting agar berbagai tantangan dapat dihadapi melalui kerja kolektif.
“Yang perlu dikuatkan adalah hati. Ketika hati kita bergerak, segala rintangan bisa kita lalui bersama. Jadi, kita ingin menguatkan hati agar bisa bergerak bersama-sama,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa terdapat banyak rencana kegiatan yang berpotensi dikerjakan bersama PBNU. Namun, Arifah belum merinci bentuk program yang akan dilaksanakan dan meminta publik menunggu perkembangan selanjutnya.
“Kita ingin menunjukkan bahwa PBNU dan Muslimat NU merupakan satu keluarga besar yang bergerak bersama. Tinggal tunggu tanggal mainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi pertemuan kelembagaan antara PBNU dan PP Muslimat NU pada periode kepengurusan saat ini.
“Ini silaturahmi antara Muslimat NU dan PBNU. Pada periode kepengurusan saya sekarang, kami belum pernah bersilaturahmi secara kelembagaan. Kita memang sudah saling mengenal, tetapi silaturahmi kelembagaan pada periode ini baru dilakukan sekarang. Silaturahmi merupakan kewajiban, terlebih kita semua bagian dari keluarga besar NU,” tuturnya.
Gus Kikin menambahkan, PBNU dan Muslimat NU memiliki banyak irisan program yang perlu dibahas secara terperinci. Penataan tersebut diperlukan agar kerja sama menghasilkan kegiatan yang positif dan produktif.
“Irisan-irisan program itu perlu kita perinci supaya bisa ditata dan diatur sehingga mendatangkan hal-hal yang positif dan produktif. Kalau tidak diatur, justru bisa kontraproduktif. Itu yang nantinya akan kita detailkan,” ujarnya.
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kering hingga 24 Oktober
6
PWNU Jakarta Jadwalkan Pembukaan Konferwil XXI di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur
Terkini
Lihat Semua