PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
NU Online · Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:30 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merilis twibbon Hari Santri 2026. Twibbon bernuansa hijau ini memuat tema besar Hari Santri 2026 "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri". Selain itu twibbon juga memuat logo NU dan logo Hari Santri 2026.
Warga NU bisa menyiapkan foto terbaiknya untuk mengisi twibbon dan memeriahkan peringatan Hari Santri di media sosial. Link twibbon Hari Santri 2026: https://twb.nz/hari-santri-2026pbnu
Terkait tema besar Hari Santri 2026, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Gudfan Arif atau Gus Gudfan menegaskan bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat santri tercerabut dari akar keilmuan, adab, tradisi pesantren, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri. Menurut Gus Gudfan, tradisi pesantren yang kuat justru menjadi bekal bagi santri untuk menjawab berbagai tantangan baru di tengah perkembangan zaman.
“Santri harus memiliki akar tradisi yang kuat agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Keilmuan, adab, dan nilai-nilai pesantren harus tetap menjadi pegangan dalam menjalankan pengabdian di tengah masyarakat,” demikian pesan Gus Gudfan di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, frasa Menjaga Keutuhan Negeri dalam tema Hari Santri tahun ini mengingatkan kembali pada perjalanan panjang dan semangat kaum santri dalam sejarah Indonesia.
Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini, pesantren dan kaum santri memiliki tanggung jawab kebangsaan untuk merawat persaudaraan, menjaga kebinekaan, serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Gus Gudfan, peran santri tidak terbatas pada penguasaan ilmu agama dan kehidupan di lingkungan pesantren. Santri juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Logo Hari Santri 2026 Sarat Makna
Gus Gudfan menjelaskan, setiap elemen dalam logo Hari Santri 2026 tidak sekadar menjadi hiasan visual, tetapi juga merepresentasikan jati diri dan arah pengabdian kaum santri di era modern.
Elemen pertama adalah akar yang melambangkan tradisi serta kokohnya sanad keilmuan pesantren. Akar tersebut menggambarkan pentingnya kesinambungan ilmu dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kedua, kitab terbuka yang menggambarkan tradisi intelektual pesantren dan penguasaan ilmu pengetahuan. Elemen ini menegaskan pentingnya semangat belajar dan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu.
Ketiga, kubah yang merepresentasikan landasan spiritual keagamaan sebagai pijakan santri dalam menjalani kehidupan dan pengabdian.
Keempat, bintang yang menjadi simbol cita-cita luhur sekaligus penerang jalan pengabdian santri bagi bangsa dan negara.
Gus Gudfan menilai, makna berbagai elemen tersebut saling berkaitan dalam menggambarkan karakter santri yang berakar kuat pada tradisi, memiliki keluasan ilmu, kokoh dalam spiritualitas, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Melalui peringatan Hari Santri 2026, pesantren dan kaum santri diharapkan terus menjaga warisan keilmuan para masyayikh sekaligus memperkuat kontribusi dalam merawat persatuan, kebinekaan, dan keutuhan Indonesia.
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
6
Ketum GP Ansor: Keteladanan KH Abbas Buntet Layak Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
Terkini
Lihat Semua