Nasional

PBNU Siap Himpun Ekonom dan Akademisi untuk Kaji Persoalan Ekonomi Bangsa

NU Online  ·  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:30 WIB

PBNU Siap Himpun Ekonom dan Akademisi untuk Kaji Persoalan Ekonomi Bangsa

Wakil Ketua Umum PBNU, H Muhammad Lukman Edy. (Foto: NU Online/Suwitno)

Depok, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan langkah strategis di bidang ekonomi dan kemandirian jamaah dengan menghimpun ekonom, akademisi, dan peneliti. Langkah ini bertujuan memperkuat kontribusi NU dalam mengkaji perkembangan ekonomi warga Nahdlatul Ulama maupun persoalan ekonomi bangsa.

 

Wakil Ketua Umum PBNU Muhammad Lukman Edy menjelaskan, bidang tersebut akan menjadi wadah bagi para ekonom dan akademisi untuk memberikan pertimbangan serta melakukan riset mengenai perkembangan ekonomi.

 

“Bidang ekonomi jadi berkumpulnya para ekonom berkumpul para akademisi ya yang akan memberikan pertimbangan-pertimbangan melakukan riset terhadap perkembangan ekonomi baik itu ekonomi jamaah Nahdlatul Ulama maupun ekonomi bangsa,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Depok, Jawa Barat, Jumat (24/10/2026).

 

Ia menjelaskan, anggota bidang tersebut mayoritas berasal dari kalangan ekonom, akademisi, peneliti, santri lulusan S3, serta ahli ekonomi syariah dan konvensional. Komposisi ini dibedakan dari kalangan pengusaha agar fungsi kajian dan pelaksanaan usaha memiliki peran masing-masing.

 

“Oleh sebab itu anggotanya adalah para ekonom akademisi peneliti ya santri-santri S3 ahli-ahli ekonomi syariah maupun konvensional dan bukan pengusaha ya supaya kita bisa membedakan nanti,” katanya.

 

Lukman menilai, kontribusi pemikiran NU terhadap perkembangan ekonomi nasional selama ini masih perlu diperkuat. Padahal, persoalan ekonomi terus berkembang dan membutuhkan perhatian serta respons serius.

 

“Supaya juga NU terus memberikan kontribusi terhadap evaluasi perkembangan ekonomi bangsa yang ya mungkin kita evaluasi selama ini sedikit sekali pandangan-pandangan dari NU terhadap perkembangan ekonomi bangsa kita,” ucapnya.

 

Menurutnya, persoalan ekonomi tidak cukup dievaluasi setiap tahun. Perkembangan situasi ekonomi bahkan dapat memunculkan isu yang perlu ditanggapi dalam rentang waktu lebih singkat.

 

“Padahal ini adalah isu-isu yang terus bergulir bahkan bukan hanya per tahun per per enam bulan per tiga bulan bahkan per bulan pun akan ada isu-isu ekonomi yang perlu ditanggapi secara serius oleh bangsa,” ujarnya.

 

Lukman berharap, kajian yang dilakukan para ekonom, akademisi, dan peneliti tersebut dapat menghasilkan pertimbangan yang bermanfaat bagi bangsa sekaligus memperkuat peran NU dalam merespons perkembangan ekonomi.

 

Badan Usaha NU Ditargetkan Beri Dividen

Di sisi lain, Lukman menjelaskan bahwa badan usaha milik NU memiliki tugas berbeda dari bidang kajian ekonomi. Badan usaha tersebut bertugas menghimpun dan mengonsolidasikan pengusaha NU, menjalankan proyek ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja bagi warga NU.

 

Selain itu, badan usaha milik NU ditargetkan menghasilkan laba dan memberikan dividen kepada PBNU. Menurut Lukman, kewajiban tersebut perlu disepakati sejak awal.

 

“Jadi semua badan usaha milik NU harus memberikan dividen kepada PBNU dan itu diperjanjikan dari awal,” tegasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang