PBNU Siapkan Program untuk Rangkul Gen Z, dari Jejak Muda hingga Dakwah Digital
NU Online · Senin, 26 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Digital Native dan Diaspora, Teguh Dartanto, menyiapkan sejumlah program untuk mendekatkan NU dengan generasi muda. Program tersebut mencakup pengenalan figur muda NU, pengembangan keterampilan santri, hingga dakwah digital yang menyesuaikan kebiasaan generasi Z.
Teguh mengatakan NU perlu memperbarui strategi komunikasi agar lebih mudah diterima anak muda. Selama ini, NU kerap diasosiasikan dengan generasi yang lebih senior sehingga perlu upaya untuk menunjukkan bahwa organisasi tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang.
“Kita ingin membawa cara komunikasi baru dengan generasi Z. NU bukan hanya organisasi para orang tua, tetapi juga sangat terbuka bagi anak-anak muda,” kata Teguh saat ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi, Jumat (23/10/2026).
Salah satu program yang ingin ia dorong adalah Jejak Muda NU, yang mengangkat kisah anak muda Nahdliyin yang berjuang dan meraih keberhasilan di berbagai bidang. Ia juga menggagas Jejak Rantau untuk menceritakan pengalaman anak muda NU yang menempuh pendidikan, bekerja secara profesional, atau menjadi pekerja migran di luar negeri.
Menurut Teguh, upaya mendekatkan NU dengan generasi muda tidak cukup dilakukan melalui perubahan gaya komunikasi. Organisasi juga perlu menyediakan ruang pengembangan kapasitas agar anak muda dapat meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang karier.
Ia menilai pengembangan keterampilan di lingkungan pesantren perlu diperkuat agar santri memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja. Selain itu, ia ingin semakin banyak talenta NU memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan maupun bekerja di luar negeri.
Teguh mengatakan gagasan tersebut sejalan dengan arahan Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf yang mendorong transformasi pesantren, pengembangan sumber daya manusia, dan dakwah yang inklusif.
Menurut dia, dakwah digital perlu dikemas dalam format yang sesuai dengan kebiasaan anak muda, termasuk melalui video pendek di TikTok berdurasi satu hingga dua menit.
“Anak-anak muda mungkin tidak bisa kita minta menonton dakwah selama 30 menit, 40 menit, atau satu jam. Kita perlu membuat format yang lebih dekat dengan mereka,” ujarnya.
Dalam pengembangan program digital, Teguh juga ingin memperkuat peran media internal NU, seperti NU Online dan TVNU, sebagai saluran utama penyebaran informasi organisasi. Ia menilai PBNU perlu memberdayakan sumber daya yang sudah dimiliki sebelum mengembangkan inisiatif baru.
Teguh menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak perlu membuat terlalu banyak program jika pelaksanaannya tidak terukur. Ia lebih memilih program yang dapat dijalankan secara bertahap dan memberikan dampak nyata bagi warga NU.
“Kita tidak perlu muluk-muluk. Yang penting ada program yang berjalan dan berdampak bagi warga NU,” katanya.
Untuk merealisasikan agenda tersebut, Teguh membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama, perusahaan swasta, dan organisasi lain. Menurut dia, jaringan NU dapat dipadukan dengan sumber daya dan keahlian yang dimiliki mitra untuk memperluas jangkauan program.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat menjadikan NU bukan sekadar organisasi yang dikenal generasi muda, melainkan juga tempat mereka mengembangkan potensi, membangun karier, dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Menurut saya kekuatan NU ini malah jaringannya, tetapi sumber daya itu mungkin orang lain yang punya. Sehingga bagaimana kita menyatukan antara sumber daya yang orang lain punya dengan jaringan yang kita punya, sehingga kita maju bersama,” tuturnya.
Terpopuler
1
Rais Aam PBNU Sempatkan Ngaji Al-Hikam Sebelum Berangkat Rapat Koordinasi ke Jakarta
2
Pelantikan PBNU, Rais Aam: Singkirkan Kepentingan Pribadi dan Rangkul Masyarakat
3
Ini Doa Kiai Said Aqil saat Pelantikan PBNU 2026-2031
4
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
5
PBNU Siapkan Munas hingga Rakernas sebagai Program Awal Kepengurusan
6
PBNU Targetkan Munas-Konbes Rampung Sebelum Harlah Januari 2027
Terkini
Lihat Semua