Nasional

PBNU Targetkan Pelantikan Pengurus Baru Periode  2026-2031 Berlangsung Saat Hari Santri di Jakarta

NU Online  ·  Kamis, 1 Oktober 2026 | 03:00 WIB

PBNU Targetkan Pelantikan Pengurus Baru Periode  2026-2031 Berlangsung Saat Hari Santri di Jakarta

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat Konferensi Pers pengumuman susunan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) malam. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 ditargetkan berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Santri 2026 di Jakarta. Pelantikan tersebut akan menjadi penanda dimulainya masa khidmah kepengurusan baru PBNU setelah Muktamar ke-35 NU.


Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengatakan waktu pelantikan masih dalam tahap pembahasan. Namun, pelaksanaannya ditargetkan berlangsung saat peringatan Hari Santri 2026.


"Kita targetkan nanti sekitar hari-hari Santri Nasional, belum diputuskan. Masih di Jakarta saja kira-kira begitu," ucap Gus Kikin kepada NU Online di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) malam.


PBNU sebelumnya telah mengumumkan susunan pengurus masa khidmah 2026–2031. Penyusunan kepengurusan dilakukan sekitar satu bulan setelah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.


Kepengurusan tersebut dipimpin KH Miftachul Akhyar sebagai rais aam dan Gus Kikin sebagai ketua umum. Total terdapat 210 orang dalam susunan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031.


Gus Kikin mengatakan penyusunan kepengurusan mempertimbangkan pemerataan keterwakilan, baik dari sisi generasi maupun unsur kelembagaan di lingkungan NU.


"Kita ingin ada pemerataan dari semua jajaran, dari generasi awal sampai akhir. Kemudian seluruh jajaran lembaga ditambah unsur lain, kita seimbang semuanya," jelasnya.


Ia menegaskan bahwa dimulainya masa khidmah baru juga berarti dimulainya tanggung jawab pengurus untuk menjalankan amanat NU dalam membina umat dan berkhidmat kepada masyarakat.


"Besok pagi mulai berkhidmah. Setelah ini memiliki tanggung jawab kepada masyarakat sebagaimana NU didirikan untuk membina umat dan melaksanakan apa yang diamanatkan muassis," ujarnya.


Menurut Gus Kikin, kepengurusan baru PBNU juga akan menjadikan Qanun Asasi sebagai salah satu rujukan dalam menjalankan khidmah organisasi.


"Periode ini kita ada dokumen yang dulu disusun muassis, yaitu Qanun Asasi, untuk menjadi rujukan kita semua dalam melakukan kegiatan berbasis mencari ridha Allah," jelasnya.


Hari Santri 2026

Dalam kesempatan tersebut, PBNU juga resmi meluncurkan logo dan tema Hari Santri 2026. Tahun ini, Hari Santri mengusung tema "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri".


Tema tersebut menegaskan pentingnya tradisi pesantren dalam merawat persatuan dan keutuhan bangsa.


Selain peluncuran logo dan tema, PBNU akan mengisi rangkaian Hari Santri 2026 dengan gerakan solidaritas global. Perjuangan santri dinilai tidak terpisahkan dari semangat kemanusiaan dan kepedulian universal.


PBNU juga menginstruksikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di seluruh dunia untuk menggelar Malam Mujahadah Kemanusiaan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang