PBNU Terima Kunjungan Delegasi Pemerintah Malaysia, Bahas Kerja Sama Pendidikan Pesantren
NU Online · Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:30 WIB
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), didampingi Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif, menerima delegasi Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (13/10/2026). (Foto: NU Online/Aceng Darta)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan sejumlah delegasi Pemerintah Malaysia untuk membahas peluang kerja sama, terutama di bidang pendidikan pesantren dan pengembangan keilmuan turats.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), didampingi Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif, menerima delegasi Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Delegasi tersebut terdiri atas Staf Khusus Perdana Menteri Malaysia Mohamad Raimi Ab Rahim, Menteri Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Hairul Reaza Haroun Al Rashid, Atase Agama Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Mohd. Izwan Sharif, dan Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Mohd. Faiz Firdaus.
Gus Kikin menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap, pertemuan itu menjadi awal komunikasi dan kunjungan timbal balik yang dapat mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, termasuk mempermudah komunikasi dengan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di Malaysia.
“Saya baru sekali ini menerima kunjungan dari Malaysia, tapi ini sangat bagus, karena ini akan nanti tersambung lagi dengan apa kunjungan-kunjungan berikutnya,” ujarnya.
“Kita menyambungkan hubungan-hubungan antara Indonesia dengan Malaysia karena kita banyak warga NU itu ada di sana. Oleh karena itu ini sangat bagus sekali, supaya komunikasi itu lancar nanti kalau ada orang-orang kita yang pengin ke sana atau sebaliknya dari sana pengin pulang ke sini, itu semuanya bisa, bisa lancar semua,” lanjutnya.
Terkait peluang kerja sama, Gus Kikin mengatakan bahwa pembahasan masih berada pada tahap awal. Kedua pihak telah menyinggung sejumlah bidang yang berpotensi dikerjasamakan, termasuk pendidikan pesantren.
“Kita singgung nanti kerja sama ke depan lagi, bidang apa yang bisa dikerjasamakan,” katanya.
Sementara itu, Mohamad Raimi Ab Rahim menyampaikan ucapan selamat kepada Gus Kikin atas amanahnya sebagai Ketua Umum PBNU. Ia menilai NU dan jaringan pesantren di Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah, melestarikan tradisi keilmuan turats, serta mengembangkan pendidikan dan kehidupan sosial.
“Bapak Perdana Menteri Malaysia, NU dan rangkaian pesantren di Indonesia ini merupakan antara benteng akidah suatu zaman kolonial dulu mempertahankan akidah dan sunnah waljamaah dan pasti saja penting dalam konteks menjaga amanah keilmuan turats, bahkan dalam bidang sosial, pendidikan, bahkan keseluruhan ranah kehidupan zaman pascamoden ini,” katanya.
Raimi juga mengundang Gus Kikin dan jajaran pengurus PBNU untuk menghadiri Majlis Khatam Imam Tirmidzi pada 23 November 2026. Kegiatan tersebut akan diisi dengan pembacaan hadis.
“Kita ada bacaan hadis pada 23 November dan mudah-mudahan dipermudahkan,” katanya.
Menurut Raimi, pengalaman NU dalam bidang keilmuan, turats, kepemimpinan, dan pendidikan pesantren merupakan hal yang dapat dipelajari Malaysia. Ia berharap, rintisan kerja sama tersebut dapat memperkuat ukhuwah, silaturahim, dan hubungan antargenerasi kedua negara serta membuahkan hasil dalam tahun-tahun mendatang.
“Malaysia akan membuka ruang seluas-luasnya untuk kita bekerja sama,” ucapnya.
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
4
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
5
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
6
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
Terkini
Lihat Semua