Peringatan Hari Santri untuk Bangkitkan Patriotisme
NU Online · Selasa, 6 Oktober 2015 | 10:00 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, hari santri perlu dikukuhkan dan diperingati sekurang-kurangnya karena dua alasan. Pertama, sebagai penghormatan atas jasa pahlawan. Pengakuan semacam ini penting bagi generasi sekarang agar tak tercerabut dari kampung halaman sejarahnya.
<>
“Kedua sebagai pembangkit patriotisme. Ini relevan sebab sejumlah gagasan yang belakangan bermunculan di Indonesia tidak banyak yang sungguh-sungguh memiliki komitmen keindonesiaan,” ujarnya dalam konferensi pers Kirab Hari Santri Nasional, Selasa (6/10), di Jakarta.
Dalam kenyataannya, kata Kang Said, santri adalah masyarakat Indonesia yang beragama Islam, bukan sekadar muslim yang kebetulan berada di Indonesia. Dengan pengertian ini segala jenis usaha pembenturan santri dengan kelompok-kelompok lain di negeri ini sudah pasti mentah. Kecintaan terhadap tanah air selalu mengatasi sentimen kelompok.
“Membela tanah air berarti membela agama. Hal ini merupakan sesuatu yang secara spiritual diyakini, secara gagasan dipikirkan, dan secara empiris dikerjakan,” paparnya.
Menurut kiai asal Cirebon ini, dalam sejarah, keutuhan Indonesia berkali-kali diuji. Dalam tiap ujian itu santri selalu hadir menjaminkan diri untuk mengawal keutuhan tersebut. Resolusi jihad atau seruan perang suci NU melawan penjajah pada 22 Oktober adalah di antara peran yang paling menonjol.
Kerenanya, bagi Kang Said, tepatlah kiranya 22 Oktober dijadikan sebagai Hari Santri Nasional, hari untuk mengonsolidasikan kekuatan umat Islam Indonesia untuk mencitai tanah airnya.
PBNU tengah menyiapkan Kirab Hari Santri Nasional sepanjang 16-22 Oktober 2015, yang dimulai dari Tugu Pahlawan Surabaya dan diakhiri di Tugu Proklamasi Jakarta. Selain ziarah, bahtsul masail, dan pengobatan gratis, ekspedisi pelayaran hari santri menggunakan kapal perang juga bakal mewarnai peringatan tersebut. (Mahbib)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua