Nasional

Rais Aam PBNU: Abad Kedua NU Harus Mampu Menunjukkan Peran sebagai Miniatur Islam

NU Online  ·  Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Rais Aam PBNU: Abad Kedua NU Harus Mampu Menunjukkan Peran sebagai Miniatur Islam

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Depok, NU Online

 

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama harus mampu menunjukkan perannya sebagai miniatur Islam yang menjunjung tinggi pemuliaan dan pengangkatan derajat manusia dalam mengawali abad kedua organisasi.

 

"Memang keinginan kami ini bagaimana mengawali abad kedua, kita betul-betul bisa menunjukkan sebagaimana NU itu adalah miniatur Islam, yang mana Islam itu sendiri adalah memuliakan manusia, mengangkat derajat manusia," ujar Kiai Miftach dalam Rakor PBNU di Hotel Trans Cibubur, Jumat (23/10/2026) malam. 

 

Menurut Kiai Miftach, pemuliaan terhadap manusia merupakan bagian dari sunnatullah yang telah menjadi prinsip dalam ajaran Islam sejak masa para rasul, terutama Nabi Muhammad saw.

 

Ia menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifatullah fil ardh atau pemimpin di bumi yang bertugas meluruskan dan menjalankan ketetapan Allah swt.

 

 

"Jadi, memang sunnatullah. Bahkan sunnatullah yang tertua, yaitu pemuliaan terhadap manusia sampai diutusnya para rasul, terutama Nabi Besar Muhammad saw. Itu bagaimana pemuliaan Islam terhadap manusia," tuturnya.

 

Kiai Miftach juga mengutip sebuah ungkapan yang menekankan pentingnya hubungan antara Islam dan jamaah atau komunitas. Menurutnya, ungkapan tersebut perlu dicermati dan dianalisis untuk memahami posisi umat dalam kehidupan beragama.

 

"Jadi, Islam itu justru lebih membutuhkan pada jamaah daripada jamaah tersebut membutuhkan Islam. Ini sepertinya ada hal-hal yang mungkin kita apa ya, tuju karena mungkin Islam itu justru di sinilah kemuliaan Islam itu sendiri," jelasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Kiai Miftach menyampaikan terima kasih kepada para kiai, masyayikh, dan profesor yang telah terlibat memberikan pandangan mengenai arah perjalanan NU pada abad kedua.

 

"Alhamdulillah kami terima kasih kepada para kiai, para masyayikh, para profesor, yang kerso bersama-sama untuk menunjukkan bahwa NU ini, ulama di abad kedua ini betul-betul menunjukkan marwahnya, menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama ini adalah peran-peran yang kita harapkan selama ini," ungkapnya.

 

Ia berharap berbagai pandangan yang disampaikan dalam forum dalam Rapat Kerja dapat memperkuat semangat para pengurus dan warga NU untuk terus berkhidmat kepada organisasi.

 

Kiai Miftach juga menyinggung perbedaan tugas dan jabatan yang diterima setiap orang. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan bagian dari nasib masing-masing. "Terima kasih atas semuanya," katanya.

 

Ia kemudian mengingatkan bahwa jabatan yang diterima hendaknya menjadi bagian dari perjalanan pengabdian kepada NU.

 

"Semoga menambah semangat kita, dan terus bisa memperjuangkan dan berkhidmat kita di Nahdlatul Ulama," pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang