Santripreneur Harus Punya Mental Tangguh dan Berdampak
NU Online · Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Tangkapan layar video Dirut Perekonomian Pesantren Sunan Drajat, H Anas Al Hifni saat Seminar Santripreneur di Kantor PP GP Pemuda Ansor, Jakarta, Selasa (28/10/2026).
Muhammad Asrofi
Kontributor
Jakarta, NU Online
Direktur Utama Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, H Anas Al Hifni, menegaskan bahwa keberhasilan membangun usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga pola pikir yang kuat dan konsisten.
Hal itu disampaikan Anas dalam Seminar Santripreneur di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta, Selasa (28/10/2026). Ia memperkenalkan konsep Santripreneur Rahmatan lil 'Alamin yang bertumpu pada tiga prinsip, yakni berdiri tegak, berlari cepat, dan berdampak.
Baca Juga
Inilah Mars GP Ansor dan Banser
"Seorang santripreneur harus memiliki keteguhan dalam menghadapi tantangan, kecepatan dalam mengambil peluang, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Anas.
Ia mencontohkan pengalamannya ketika menangani sebuah perusahaan garam yang hanya memiliki enam karyawan dengan kondisi fasilitas yang rusak. Melalui restrukturisasi dan dukungan pembiayaan, perusahaan tersebut berupaya dibenahi agar kembali menjalankan kegiatan usaha.
“Masalah bukan hanya hambatan, tetapi juga bisa menjadi peluang untuk membangun usaha yang lebih baik,” menjadi prinsip yang ditekankan Anas dalam pengembangan kewirausahaan.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak semata-mata diukur dari keuntungan finansial. Usaha perlu memberikan dampak sosial melalui kegiatan produktif, seperti mendukung pendidikan, memberikan beasiswa, serta memfasilitasi guru untuk menunaikan ibadah umrah.
Dalam kesempatan tersebut, Anas mengajak kader GP Ansor dan para santri untuk memperluas pengalaman melalui kegiatan magang dan pembelajaran langsung di berbagai sektor usaha.
"Bidang yang dapat dipelajari antara lain industri garam, ritel, peternakan, pertanian, teknologi informasi, hingga manufaktur," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam dunia usaha dapat membantu santri memahami proses bisnis sekaligus membangun keterampilan dan mental kewirausahaan.
Pihaknya berharap konsep Santripreneur Rahmatan lil 'Alamin dapat mendorong lahirnya wirausahawan dari kalangan santri yang mandiri, tangguh, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Terpopuler
1
NU Online Institute Buka Seleksi Beasiswa Kuliah di Malaysia bagi Santri, Ini Syarat dan Jadwalnya
2
LSP Pagar Nusa Jalani Asesmen Penuh BNSP untuk Perkuat Kualitas SDM
3
Lula Menangkan Pilpres Brasil, Cetak Sejarah dengan Empat Kali Masa Jabatan
4
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
5
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Ada Kenaikan hingga Akhir Tahun
6
Walhi: Perusahaan Penyebab Karhutla Perlu Ditindak Secara Hukum
Terkini
Lihat Semua