Seruan Rais Aam PBNU Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2014
NU Online Ā· Kamis, 17 Juli 2014 | 04:03 WIB
Jakarta, NU Online
Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengajak segenap warga Indonesia bersyukur kepada Allah atas penyelenggaraan pilpres 2014 yang berlangsung tertib dengan besarnya partisipasi warga. Pemilihan pemimpin bangsa sebagai tahap awal dari nashbul imamah terlaksana dengan baik. Selanjutnya, tugas warga berdoa dan menanti hasil penghitungan KPU agar berjalan mulus tanpa gangguan.
<>
āDukungan semua pihak untuk KPU bekerja sesuai amanah konstitusi sangat dibutuhkan agar keputusannya menggambarkan apa adanya suara rakyat,ā demikian seruan KH A Mustofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus sebagai sikap PBNU pasca pilpres 2014, Kamis (17/7) pagi.
PBNU juga meminta kepada masing-masing Calon Presiden-Wakil Presiden berikut segenap pendukungnya untuk berbesar hati menerima secara tulus keputusan final KPU beberapa hari mendatang. āMereka harus menampilkan sikap kenegarawan atas keputusan KPU,ā terang Gus Mus.
Sementara tanggung jawab lembaga pers nasional dan lokal sendiri, Gus Mus mengimbau, ialah menyegarkan kembali kerukunan dan persatuan warga. PBNU berharap pers sebagai salah satu dari elemen bangsa dapat bekerja sesuai aturan kode etiknya dan itikad baik demi mewujudkan maslahat di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara untuk para pengurus NU di segala tingkatan, warga NU, dan terutama sekali para kiai NU, "Saya serukan untuk membantu pemulihan suasana masyarakat yang aman dan damai demi menjaga ukhuwwah wathaniyah dan keutuhan NKRI tercinta,ā harap Gus Mus.
Terakhir Gus Mus juga berdoa agar "Allah SWT menurunkan ampunan, rahmat-Nya, serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita, bangsa Indonesia seutuhnya." (Alhafiz K)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
5
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua