Solusi Konflik Palestina-Israel, Gus Yahya Sebut Harus Utamakan Sisi Kemanusiaan
NU Online · Selasa, 21 Februari 2023 | 23:00 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan solusi penyelesaian konflik menyangkut Palestina dan Israel adalah dengan mengutamakan sisi kemanusiaan.
“Kalau pikir secara objektif, bicara soal manusia Palestina tidak ada jalan yang masuk akal jalan untuk memperbaiki nasib mereka selain memperbaiki kondisi kemanusiaan,” terang Gus Yahya dalam tayangan podcast “KH Yahya Staquf: Gerak Cepat PBNU, Gus Dur, Dan Persoalan Israel”, dikutip NU Online, Selasa (22/2/2023).
Ia menilai, bila konflik yang terjadi antar dua negara tersebut terus diarahkan pada penghancuran salah satu pihak, Israel misalnya, justru bakal membalik satu dinamika yang menghancurkan orang Palestina itu sendiri.
Hal ini karena konflik yang terbentuk bukan sekadar masalah antarakelompok Yahudi dan kelompok Arab atau Islam. Lebih dari itu, Gus Yahya menegaskan konflik Palestina-Israel menyangkut masalah kemanusiaan. Tentu persoalan tersebut perlu ditinjau dengan pendekatan atau perspektif kemanusiaan universal untuk menelurkan jalan keluar bagi kedua pihak.
“Jadi tidak bisa berpikir untuk menghapuskan Yahudi, menggusur semua Arab, menciptakan status legal yang pasti bagi masing-masing pihak baik Yahudi maupun Arab,” jelas kiai kelahiran Rembang, 16 Februari 1966 itu.
Ia melihat konflik Palestina-Israel menjelma semacam sentimen publik yang meluas. Ini kemudian dimanfaatkan banyak politisi untuk melibatkan diri sekadar untuk menggalang dukungan politik bagi dirinya sendiri.
“Ini yang ingin saya gugat. Kalau mau bicara soal Palestina, pikirkan tentang nasib manusia Palestina bukan cuma soal Anda terpilih jadi pejabat politik,” tegas Gus Yahya.
Baca Juga
PBNU: Kami Selalu di Pihak Palestina
Nilai kemanusiaan universal
Berbicara mengenai substansi hubungan antarmanusia, Gus Yahya mengaku terilhami dengan beragam gagasan kemanusiaan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pertama, visi kemanusiaan bersifat universal.
“Atas nama Islam, demi Islam, atas nama Nahdlatul Ulama semua ini harus diarahkan kepada kemaslahatan universal,” kata dia.
Kedua, transformasi. Ia berkata, Gus Dur bekerja untuk menggulirkan transformasi. Gus Dur selalu berpikir tentang bagaimana menciptakan kontribusi strategis untuk turut serta menentukan arah transformasi masyarakat ke arah yang lebih baik.
“Kita harus berupaya untuk mengerjakan hal yang bisa punya dampak transformatis menuju kemaslahatan manusia,” ucapnya.
Pewarta: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua