Ulama Syiria Hadiri Haul Pendiri Pesantren Nurul Rahmah
NU Online · Kamis, 5 Desember 2013 | 18:00 WIB
Probolinggo, NU Online
Syekh Dr. Ahmad Ismail dari Syiria, Rabu (4/12) malam menghadiri sekaligus memberikan ceramah dalam haul KH. Zainul Mu’in pendiri Pesantren Nurur Rahmah di Desa Sambirampak Lor Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
<>
Dalam ceramahnya, Syech Dr. Ahmad Ismail mengimbau agar warga NU selalu mengamalkan tradisi keisilman dan selalu siap mengawal dan menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sampai kapanpun.
“Apapun yang kita kerjakan hendaknya selalu berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits serta selalu berada pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Sehingga kita menjadi orang-orang Islam yang beruntung hidup di dunia dan di akhirat,” ungkapnya.
Kehadiran Syech Dr. Ahmad Ismail ini disambut sangat antusias oleh masyarakat yang berada di sekiyar pesantren. Selepas Maghrib, ratusan warga NU sudah memadati Pesantren Nurur Rahmah. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan surat Yasin dan tahli bersama. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa.
Pengasuh Pesantren Nurur Rahmah KH. Zainur Rifa’ mengungkapkan bahwa haul ini digelar dengan tujuan untuk mengenang jasa-jasa perjuangan mendiang KH. Zainul Mu’in yang merupakan pelopor berdirinya Pesantren Nurur Rahmah sekaligus salah satu pejuang NU di Kabupaten Probolinggo.
“Semoga melalui kegiatan ini kita bersama bisa mendapatkan barokah serta mampu mengingat dan meniru perjuangan KH. Zainul Mu’in dalam kehidupan kita sehari-hari. Apalagi selama hidupnya, beliau selalu aktif dalam perjuangan keagamaan dan kemasyarakatan untuk membesarkan NU,” ungkap Mustasyar MWCNU Kecamatan Kotaanyar.
Kiai Zainur Rifa’ juga mengajak hadirin untuk tetap mengingat akan kematian, sehingga dapat menghindari perilaku yang dapat menimbulkan dosa serta selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
2
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
3
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
4
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
5
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
6
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua