KPAI Desak Dugaan Pelaku Perundungan Siswa SD di Pemalang Diproses Hukum
NU Online · Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:30 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak dugaan pelaku perundungan dan kekerasan terhadap siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang meninggal dunia, diproses sesuai hukum yang berlaku.
Ketua KPAI Aris Adi Leksono mengatakan pihaknya telah turun ke lapangan bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
“Atas kejadian yang mengakibatkan kematian siswa SD di Pemalang, KPAI telah melakukan pengawasan ke lapangan, dengan melibatkan Irjen Kemendikdasmen dan pemerintah daerah,” kata Aris kepada NU Online, Rabu (7/10/2026).
Aris menilai penegakan hukum penting dilakukan mengingat dugaan perundungan dan kekerasan masih terjadi di satuan pendidikan. Namun, karena terduga pelaku masih berusia anak, proses hukum harus tetap mengacu pada ketentuan peradilan pidana anak.
“Karena terduga pelaku masih berusia anak, maka patut dalam proses penegakan hukum memakai UU Sistem Peradilan Pidana Anak, selain juga UU Perlindungan Anak,” ujarnya.
Perkuat Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Menurut Aris, kasus tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sistem pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Satuan pendidikan, kata dia, harus lebih peka terhadap berbagai bentuk kekerasan dan tidak menormalisasi tindakan yang berpotensi membahayakan anak.
“Harus betul-betul memberikan pengawasan agar tidak berujung pada kekerasan. Pemerintah daerah juga harus lebih intens lagi mendampingi sekolah agar memiliki komitmen untuk penegakan dan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan,” jelasnya.
Aris menambahkan, pemerintah juga perlu memberikan pendampingan kepada keluarga korban, terutama untuk pemulihan kondisi psikologis. Jika diperlukan, keluarga juga perlu mendapat bantuan hukum.
“Pemerintah memberikan pendampingan terhadap keluarga korban agar secara psikis (mendapat pendampingan) dan memberikan bantuan hukum jika kemudian diperlukan,” tandasnya.
Ibu Korban Minta Kasus Diusut
Sementara itu, Diah Indriyanti (36), ibu almarhum Muhammad Hasbi Al Aqib (7), menuntut pengusutan tuntas atas kematian putranya. Aqib merupakan siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem yang menurut keluarganya diduga meninggal setelah mengalami perundungan dan kekerasan oleh kakak kelasnya.
Diah mengatakan sebelum meninggal, Aqib sempat menunjukkan perubahan sikap dan mengaku takut berada di sekolah. Pada Jumat (11/9/2026), misalnya, Aqib meminta ibunya agar tidak terlalu lama menjemputnya.
“Aqib bilang, ‘Mama, nanti jemputnya jangan lama. Aqib takut mau dipukulin’,” ungkap Diah, dilansir Republika.id.
Beberapa hari kemudian, Senin (14/9/2026), Aqib meminta uang saku lebih kepada ibunya. Kepada Diah, Aqib mengatakan uang tersebut akan digunakan untuk membeli jajanan bagi teman-temannya.
Diah yang saat itu belum menaruh kecurigaan menuruti permintaan tersebut. Namun, pada hari yang sama, Aqib kemudian bercerita kepada ibunya bahwa dirinya telah dipukuli.
“Pas cerita itu bilangnya dipukuli di aula,” ujar Diah.
Pada malam berikutnya, Aqib mulai mengeluhkan sakit pada bagian perut dan belakang tubuhnya. Diah kemudian membawa putranya ke dokter pada keesokan harinya.
Dari pemeriksaan tersebut, dokter menemukan memar pada bagian lutut Aqib. Menurut Diah, dokter menyampaikan bahwa luka tersebut diduga akibat pukulan. Saat diperiksa, Aqib juga menceritakan kepada dokter mengenai apa yang dialaminya.
“Saya dan suami langsung drop. Terus langsung disuruh ke IGD,” ujar Diah.
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua