Wasekjen PBNU: Ansor Harus Ikhlas Perjuangkan Bangsa
NU Online · Selasa, 13 Januari 2015 | 01:03 WIB
Lampung Timur, NU Online
Wakil Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Adnan Anwar mengingatkan supaya kader Gerakan Pemuda Ansor untuk senantiasa ikhlas memperjuangkan kepentingan negara dan bangsa.
<>
"Ansor harus ikhlas, bukan karena ingin dapat bantuan dari pemerintah,” katanya di Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Selasa (12/1).
Pemuda Ansor, kata dia saat Pendidikan Kepemimpian Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Provinsi Lampung Angkatan II, harus mempertahankan NKRI dan mengakhirinya dengan tanda titik, jangan akhiri dengan tanda koma.
Alumni Hubungan Internasional Universitas Airlangga itu menambahkan, anggota Ansor dan Banser jangan terlelap panjang sebagaimana Ashabul Kahfi.
"Ansor sebagai pemuda NU harus bangkit mengingat NU adalah pendiri republik ini," katanya memotivasi.
Kepala Satuan Koordinator Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Tatang Sumantri meminta kader Ansor dan Banser yang mengikuti kegiatan itu memaknainya jangan sebatas seremonial tapi sebagai pemuda Ansor mengingat estafet kepemimpinan pasti akan terjadi.
"Saya tidak mungkin menjadi Kasatkorwil terus, pasti ada penggantinya, karena itu para peserta Susbalan harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin melalui kegiatan ini dan rencana tindak lanjut setelah mengikuti Susbalan," kata Tatang.
Taufik Hidayat perwakilan PC GP Ansor Kabupaten Pringsewu menyatakan kegiatan tersebut bermanfaat sehubungan menambah wawasan mengenai Aswaja serta memotivasi pemuda NU untuk senantiasa berkhidmat pada bangsa melalui NU. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)
Keterangan Foto:
Wasekjend PBNU Adenan Anwar (tengah) didampingi Wakil Ketua Bidang Pengkaderan dan Organisasi PP GP Ansor Adung A Rohcman pada kegiatan PKL dan Susbalan Provinsi Lampung II.
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
95 Peserta Lolos Verifikasi Administrasi Seleksi Majelis Masyayikh, Berikut Daftarnya
4
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
5
Kang Santri AI, Platform Kecerdasan Buatan Berbasis Literatur Pesantren Diluncurkan
6
Diskusi di UGM Memanas, Mahasiswa Semprot Budiman Sudjatmiko dan Kebijakan Prabowo
Terkini
Lihat Semua