Nasional

Kick Off Manasik Haji Nasional, Menhaj Minta Jamaah Persiapkan Fisik sejak Dini

NU Online  ·  Sabtu, 26 September 2026 | 09:00 WIB

Kick Off Manasik Haji Nasional, Menhaj Minta Jamaah Persiapkan Fisik sejak Dini

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf membuka Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026). (Kemenhaj)

Jakarta, NU Online

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menegaskan aspek kesehatan harus menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan manasik bagi calon jamaah haji 1448 H/2027 M.

 

Menurut Menhaj, ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik karena jamaah akan menjalani rangkaian ibadah dengan aktivitas tinggi, mobilitas padat, serta kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia.

 

"Kesehatan ini tidak kalah penting. Ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Karena masih ada waktu sekitar enam sampai tujuh bulan, saya berharap mulai sekarang jemaah sudah mempersiapkan kesehatan dan kondisi fisiknya,” ujar Menhaj dalam sambutannya pada Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional Tahun 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).

 

Ia mengajak calon jamaah mulai membiasakan diri berolahraga, khususnya berjalan kaki secara rutin. Latihan fisik sejak dini dinilai penting agar tubuh lebih siap menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.

 

"Mulai hari ini latihan fisik. Setiap hari bisa dibiasakan berjalan kaki. Kita harus mempersiapkan diri karena kondisi di Arab Saudi juga membutuhkan ketahanan fisik yang baik,” katanya.

 

Menhaj mengingatkan bahwa kesehatan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberangkatan jamaah. Pada penyelenggaraan sebelumnya, terdapat calon jamaah yang tidak dapat melanjutkan proses keberangkatan karena kondisi kesehatannya tidak memenuhi persyaratan.

 

Bahkan, Menhaj menyebut terdapat sekitar 345 calon jamaah yang harus dipulangkan setelah pemeriksaan kesehatan kembali dilakukan ketika mereka tiba di asrama haji embarkasi.

 

"Kami tidak ingin Bapak dan Ibu mengalami hal seperti itu. Sudah melakukan persiapan, sudah sampai asrama haji, tetapi kemudian tidak dapat melanjutkan keberangkatan karena kondisi kesehatan. Karena itu persiapannya harus dimulai sejak sekarang,” tegasnya.

 

Menhaj meminta aspek kesehatan semakin diperkuat dalam rangkaian manasik haji. Manasik tidak hanya harus memberikan pemahaman tentang rukun, wajib, dan sunah haji, tetapi juga membangun kesiapan fisik dan mental jamaah.

 

Selain kesehatan, materi manasik juga diharapkan memberikan pemahaman mengenai berbagai kebijakan dan skema layanan haji, termasuk tanazul dan murur, sehingga jamaah telah memahami mekanisme tersebut sebelum berangkat ke Tanah Suci.

 

"Yang kita inginkan adalah jamaah berangkat dalam keadaan siap. Siap ibadahnya, siap pemahamannya, dan siap kesehatannya,” ujar Menhaj.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang