Anggota Komisi VIII Minta Polri Usut Tuntas Kasus Bom Bunuh Diri Makassar
NU Online · Ahad, 28 Maret 2021 | 09:16 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) KH Maman Imanulhaq meminta Polri dan lembaga-lembaga yang terkait untuk mengusut tuntas peristiwa teror pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3).
Kang Maman, sapaan akrabnya, meminta Polri dan lembaga-lembaga terkait tersebut untuk mencari kelompok pelaku, dan membongkar jejaring terorisnya, serta menangkap semua yang terlibat hingga aktor intelektualnya.
Selain itu, Kang Maman juga berharap kejadian teror itu tidak kembali terulang. Masyarakat pun diminta tak perlu takut dan panik setelah kejadian pemboman yang merenggut korban luka-luka hingga belasan orang.Â
"Jangan sampai kita kalah oleh para teroris. Kalau kita takut maka tujuan teror mereka tercapai," kata Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Anggota Parlemen Daerah Pemilihan Jawa Barat IX itu mengutuk keras peristiwa itu. Ia pun mewanti-wanti, setelah kejadian pengeboman, publik tidak perlu mengaitkan peristiwa itu dengan agama tertentu. Pasalnya, ia menegaskan bahwa aksi teror biadab itu sudah pasti bukan bentuk ajaran agama manapun.
"Saya mengutuk keras teror bom yang dilakukan di sebuah gereja di Makassar. Ini mengusik rasa kemanusiaan kita sebagai sebuah bangsa," ujar legislator kelahiran Sumedang 48 tahun lalu itu.
Sejalan dengan Kang Maman, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini mengecam peristiwa ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Ahad (28/3) pagi.Â
“Kami mengecam segala bentuk tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan,” ungkap Helmy kepada NU Online melalui keterangan tertulis, Ahad siang.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
Terkini
Lihat Semua