Wakil Ketua DPR Berharap Kelas Segera Dibuka dengan Menerapkan Protokol Ketat
NU Online · Kamis, 13 Agustus 2020 | 07:00 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: dok. Fraksi PKB)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H Abdul Muhaimin Iskandar merasakan sendiri kendala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal itu terjadi saat melakukan telekonferensi dengan relawan Gerakan Bangkit Belajar di seluruh Indonesia pada Rabu (12/8).
Perwakilan dari Kendari, Kalimantan Utara, hingga Karawang Selatan tidak merespons dengan baik permintaan dari pembawa acara yang berada di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Praktis hanya melambai-lambaikan tangan saja.
"Jadi, kendala PJJ ya begini ini," kata Pimpinan DPR Bidang Koordinasi Kesejahteraan Rakyat itu.
Karenanya, pria yang akrab disapa Gus Ami itu mendorong pemerintah agar memberikan izin bagi sekolah-sekolah yang di zona hijau dan kuning untuk membuka pembelajaran tatap muka dengan mengindahkan protokol kesehatan yang ketat.
"Kita harapkan segera membuka kelas lagi di daerah kuning dengan syarat protokol kesehatan yang ketat sehingga tidak lost generation karena pendidikan terhenti," ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Ia juga menginisiasi Gerakan Bangkit Belajar (GBB) guna memfasilitasi siswa melaksanakan PJJ dengan baik. Hal itu ditunjang dengan penyediaan wifi gratis, peminjaman gawai, tempat belajar, hingga pendampingan dari mahasiswa peraih beasiswa Bidikmisi.
Sementara itu, telekonferensi dapat tersambung dengan beberapa perwakilan. Dari Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya, perwakilannya menyampaikan bahwa banyak masyarakat di sana mengeluh dengan kondisi dan keputusan pemerintah untuk menerapkan PJJ. Pasalnya, masyarakat di sana belum mengerti penggunaan gawai, apalagi memilikinya.
Dari Nusa Tenggara Barat, perwakilannya mengatakan bahwa cukup banyak kendala dalam menerapkan PJJ. Hal paling utama adalah minimnya peralatan dan akses.
Adapun perwakilan relawan Kalimantan Timur menyampaikan bahwa di wilayahnya mayoritas masyarakat menengah ke bawah. Karenanya, ia berharap masyarakat menengah ke atas dapat berbagi dengan saudara-saudaranya yang menengah ke bawah tersebut. "Mudah-mudahan bisa membantu anak-anak di sekitar sini," katanya.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
2
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
3
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
4
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
5
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
6
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
Terkini
Lihat Semua