Assalafiyyah Mlangi Siap Bangun Pesantren Terpadu
NU Online · Kamis, 1 Mei 2014 | 13:01 WIB
Sleman, NU Online
Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY akan segera membangun komplek Pesantren Assalafiyyah II Terpadu. Lokasinya tak jauh dari komplek Assalafiyyah I, yakni di tengah pesawahan di Dusun Mlangi.
<>
“Nantinya di kompleks Assalafiyyah Terpadu ini akan dibangun tempat yang baru untuk anak-anak MTs dan MA, masjid, serta rusunawa,” ujar KH Noor Hamid Majid, Pimpinan Pesantren Assalafiyyah pada peletakan batu pertama, Rabu (30/04), di komplek bakal Pesantren Assalafiyyah II Terpadu, Mlangi.
Kiai Noor Hamid menambahkan, di komplek baru akan dibangun rumah kediaman Gus Irwan Masduki yang akan dipercayai memegang MTs dan MA. Ia juga memohon doa restu dan dukungan demi kelancaran pembangunan yang akan dimulai pada bulan Juni tersebut.
KH Noor Hamid Majid pada sambutannya juga memaparkan beberapa program unggulan MTs dan MA Assalafiyyah, seperti tahfidzul Qur’an, qiro’atul kutub, dan penguasaan bahasa Arab dan Inggris.
Khusus untuk program tahfidzul Qur’an, lanjutnya, ada target-target yang telah dipersiapkan. Untuk tingkat MTs, kelas I ditargetkan hafal 5 juz, kelas II hafal 10 juz, dan kelas III hafal 15 juz. Selanjutnya untuk sampai pada hafalan 30 juz dilanjutkan di tingkat MA.
KH Hasan Abdullah, pengasuh Pesantren Assalafiyyah sekaligus Katib Syuriah PWNU DIY menguatkan, “Nantinya kalau Assalafiyyah II Terpadu sudah ada akan digunakan untuk santri-santri yang nyambi sekolah atau kuliah, sedangkan Assalafiyyah I akan digunakan untuk yang konsentrasi mondok saja,” ujarnya kepada NU Online.
Pesantren Assalafiyyah Mlangi yang didirikan oleh KH Masduqi pada tahun 1936 tersebut baru membuka pendidikan formal yakni MTs dan MA tahun 2013. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
6
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
Terkini
Lihat Semua