Perlu Gerakan Kesadaran Dokumentasi
NU Online Ā· Jumat, 11 Januari 2013 | 23:28 WIB
Jakarta, NU Online
Banyak naskah pesantren yang rusak, hilang atau diperjualbelikan tanpa ada arsip. Akibatnya khazanah pesantren yang tak ternilai harganya tidak bisa ke tangan santri generasi selanjutnya.
<>
Penulis buku Pesantren Studies, Ahmad Baso, mengatakan, hal semacam itu terjadi di Sulawesi Selatan.
āHal itu terjadi di Makasar. Ada kiai jadi penulis, mengoleksi banyak kitab dalam tulisan tangan. Tapi tak banyak yang menerbitkan. Hanya meenjadi bacaan santri terbatas. Setelah dia meninggal, tak ada generasi keluarganya yang merawat dokumentasi itu.ā katanya di gedung PBNU, Jakarta, pada Rabu, (09/1)
Ahmad Baso menambahkan, ada seorang ulama besar, Kiai Abdul Kadir Kholik. Ia lulusan dari Mesir. Ia ahli tafsir, menulis naskah tulisan tangan.
āTapi nggak ada yang baca dan merawat, kita masuk lagi ke rumahnya, udah nggak ada itu,ā ungkapnya.
Bikin miris dan marah. Banyak naskah-naskah pesantren dan naskah-naskah kiai diperjualbelikan. Sekarang banyak jatuh ke tangan orang lain yang bertujuan komersil.
Oleh karena itu, sambung Wakil Ketua PP Lakpesdam NU, harus ada gerakan kesadaran untuk pendokumentasian naskah pesantren. NU harus melakukannya.
āBisa melalui LTN, RMI, atau NU Online misalnya,ā katanya.
Caranya, kita dekati anak-anak kiai punya banyak naskah dan dokumen. Terus adakan pelatihan untuk merawat naskah. Kita beri tahu bahwa naskah ini harus dijaga. Terus bikin katalog, dan deskripsi atau informasi apa saja koleksinya itu.
āKalau tidak ada kesadaran pendokumnetasaian, lama-lama habis naskah-naskah itu. Habis pula sejarah kita!ā
Penulis: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Menembus Pelosok Ende, Relawan NU Peduli Salurkan Bantuan untuk 168 KK yang Masih Bertahan di Tenda
6
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
Terkini
Lihat Semua